Tentang Riya

Bismillah,

Suatu ibadah diakui dan bernilai amal kebaikan di sisi ALLAH apabila dikerjakan dengan ALLAH sebagai satu-satunya tujuan. Riya merupakan beribadah dengan niat kepada selain ALLAH. Contohnya seseorang berinfak rutin di badan amal karena ingin dipuji dan dinilai shalih oleh masyarakat. Maka berapapun uang yang telah ia infakkan tidak ada artinya selain riya, ibarat buih di laut sangat banyak namun akan hilang diterpa angin. Firman ALLAH dalam QS. AN-Nisa : 142

Artinya :

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk sholat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali.”

Riya dalam praktiknya terbagi 2 :

  1. Beribadah atau beramal karena ingin dipuji orang lain
    Seseorang yang dalam beribadah atau beramal ingin agar dipuji orang lain baik dalam bentuk perkataan ataupun sekedar kekaguman maka ibadah dan atau amalnya dinilai sebagai perbuatan riya. Misalnya seorang laki-laki yang sangat rajin sholat berjamaah di masjid dan ketika di masjid ia memperindah sholatnya namun ketika di rumah sholatnya hanya sekedar bentuk rutinitas ibadah yang karena tidak dilihat orang dikerjakan alakadarnya.
  2. Tidak beribadah atau tidak beramal karena takut dipuji orang lain 
    Seseorang yang terbiasa beribadah atau beramal pada satu ketika mengurungkan ibadah atau amalan rutinnya karena takut orang lain akan memuji ibadah dan amalnya. Misalnya seorang laki-laki yang sangat rajin sholat berjamaah di masjid namun karena ia mendengar ada orang yang memuji dirinya, ia lantas menjadi enggan atau tidak rutin ke masjid karena takut di hatinya timbul ujub (sombong) karena dipuji orang sebagai orang yang senang sholat berjamaah di masjid. Walaupun alasannya adalah untuk menjaga hatinya agar tidak timbul ujub, sejatinya sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki lebih utama daripada sholat sendirian di rumah.

Riya termasuk pada perbuatan syirik yaitu syirik ashgar (kecil) yang lebih berat daripada perbuatan dosa besar. Rasulullah Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayat oleh Imam Muslim bersabda :

“Barang siapa diwafatkan dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-NYA sedikitpun, niscaya akan mendapat syurga, tetapi barang siapa yang wafatnya dalam keadaan berbuat syirik sekecil apapun kepada-NYA, pasti masuk neraka.”

Firman ALLAH dalam QS. Al-Kahfi : 110

Artinya :

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.”

Satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni adalah syirik (syirik akbar). Perbedaan syirik dan syirik ashgar adalah :

  • Syirik menghapus seluruh amal, sedangkan syirik ashgar hanya menghapuskan amal yang disertainya saja
  • Syirik mengakibatkan pelakunya kekal dalam neraka sedangkan syirik ashgar masih mendapat ampunan ALLAH di akhir masa penghitungan
  • Syirik menjadikan pelakunya murtad (keluar dari Islam) dan tidak akan diterima taubatnya atau kembalinya hingga kapanpun

Perihal penjelasan syirik akan dibahas kemudian.
Semoga bermanfaat


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *