Kopi yang tidak bisa diselamatkan

Hingga saat ini terdapat 120 jenis kopi tersebar di seluruh dunia dengan 4 jenis yang lebih terkenal dari lainnya. Kopi berjenis Robusta dan Arabika merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Rasa kopi tergantung jenisnya. Kopi berjenis Robusta memiliki karakter yang kuat, tegas, lebih pahit dibanding Arabika yang lebih manis atau asam.

Rasa kopi tergantung jenisnya juga tanah tempat kopi tersebut ditanam. Robusta umumnya cocok pada dataran rendah sampai menengah, sementara Arabika menyukai tanah yang subur, gembur, kaya bahan organik, agak asam, seperti daerah pegunungan vulkanik. Tanah tempat kopi ditanam menentukan kualitas kopi nantinya, semakin baik tanahnya semakin baik juga nanti hasil kopinya dan semakin enak untuk dinikmati.  Sebaliknya kopi yang ditanam di tanah yang buruk atau tidak sesuai dengan karakter tanahnya akan menghasilkan biji kopi yang jelek kualitasnya, tidak akan menjadi kopi yang enak ketika diseduh. Firman ALLAH dalam QS. Al-A’raf : 58

Artinya :

“Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur seidzin Tuhannya. Adapun tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami jelaskan berulang kali tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”

Perumpamaan tanah yang subur dan tanah yang tidak subur pada ayat tersebut merupakan perumpamaan yang sempurna untuk menggambarkan perjalanan manusia dalam hidupnya. Manusia yang diciptakan dari saripati makanan (mani) kemudian membentuk gumpalan daging yang diliputi tulang belulang dan diberi ruh, ibarat bibit kopi yang apabila baik bibitnya dan ditanam di tanah yang baik akan menghasilkan kopi yang nikmat. Sebaliknya manusia yang jelek bibitnya, meskipun dibesarkan di tanah/lingkungan yang baik tetap tidak akan menghasilkan biji kopi berkualitas yang akan menghasilkan kopi yang enak. Terlebih manusia yang ibaratkan kopi yang jelek bibitnya ditanam di tanah yang tidak cocok akan menghasilkan kopi yang tidak layak diproduksi.

Rasa kopi memang tergantung jenisnya, namun ini bukan hanya tentang asal rasa tapi juga media tempat kopi ditanam dan bagaimana ia diproses menjadi biji kopi berkualitas sehingga lebih bernilai dari jenis-jenis lainnya.

Sekedar renungan, semoga bermanfaat.

 


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *