Menyebarkan salam dan larangan mengucapkan salam dengan “Assalamu’alAllah”

Salah satu sunnah Rasulullah yang sudah banyak ditinggalkan adalah menebar salam. Baik mengucapkan salam maupun menjawab salam sama-sama memiliki keutamaan yang bernilai amal ibadah di sisi ALLAH.

Ucapan “Assalamu’alaikum” yang berarti “Semoga keselamatan menyertai kamu” adalah doa yang baik seseorang terhadap saudaranya. Demikian pula jawaban “Wa’alaikumussalaam” yang berarti “Dan semoga keselamatan juga menyertai kamu” menjadi balasan doa yang baik tadi. Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa suatu hari sahabat bertanya pada Rasulullah Muhammad SAW, “Ya Rasulullah manakah yang lebih utama dan banyak pahalanya mengucapkan salam atau menjawabnya?” Maka Rasulullah mengambil tangan sahabat tersebut dan menjabat/menyalaminya sambil berkata, “Manakah yang lebih utama tangan akhi atau tangan saya?” Sahabat tersebut tampak bingung kemudian menjawab, “Sepertinya sama saja ya Rasulullah sebab satu tangan tidak akan bisa berjabat tangan, perlu dua tangan untuk berjabat tangan/bersalaman,” Rasulullah kemudian tersenyum dan berkata, “Demikian pula menebar salam, baik mengucap salam dan menjawab salam keutamaannya sama. Namun keutamaan akan hilang apabila tidak dikerjakan,”

Dalam ucapan salam ataupun jawaban salam terkadung doa yang dihadirkan pada ALLAH agar seorang saudara terhadap saudaranya sama-sama diberi keselamatan dan dilindungi sejak salam itu disampaikan. Terlebih tiap salam apabila diucapkan/dijawab para malaikat yang mencatat perbuatan baik/buruk dan malaikat yang berada di atas al-Arsy akan ikut mengaminkan karena hal tersebut adalah sunnah Rasulullah Muhammad SAW, kekasih ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga walaupun tampak sederhana, mengucapkan dan menjawab salam akan berdampak besar pada kehidupan seseorang.

Mengenai apakah salam tersebut disempurnakan menjadi, “Assalamu’alaikum warahmatullah” atau “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” dan demikian pula jawaban/balasannya, selaiknya berinfak 100 rupiah dengan 1000 rupiah pasti ada perbedaanya.

Selain ucapan salam di atas, terdapat bentuk salam yang diharamkan dalam Islam yaitu ucapan “As-salamu’alAllah”. Diriwayatkan dalam hadits Imam Bukhari dan Muslim :

“Pernah ketika kami melakukan sholat bersama Rasulullah, kam mengucapkan “As-salamu’alAllah” (semoga keselamatan untuk ALLAH dari para hamba-NYA), semoga keselamatan untuk si Fulan dan si Fulan,” maka Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu mengucapkan salam sedemikian karena sesungguhnya ALLAH adalah As-Salam (Maha Pemberi Keselamatan) dan tidak membutuhkan doa keselamatan dari kamu.”

Ucapan salam “As-salamu’alAllah” (semoga keselamatan untuk ALLAH dari para hamba-NYA) sejatinya sama dengan menyamakan ALLAH dengan sifat makhluk yang membutuhkan keselamatan padahal ALLAH lah sumber keselamatan dengan asma-wassifatnya As-Salam.

Semoga bermanfaat.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *