on April 11, 2015 by admin in Tafsir, Comments (0)

Tafsir : Surat Adh-Dzariyat Ayat 1 – 27

Tafsir Surat Adh-Dzariyat

Bismillaahirrahmaanirrahiim

1. Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.
Malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu yang memuat berita besar selalu menggunakan kalimat-kalimat seperti, “Demi masa” “Demi subuh apabila ia menjelang” dan “Demi angin” sebagaimana permulaan ayat ini.

2. Dan awan yang mengandung hujan.
Angin yang dimaksud mengarak awan yang di dalamnya terkandung butir-butir air hujan.

3. Dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.
Angin yang kuat juga membantu membawa kapal berlayar melintasi lautan ke tempat yang dituju.

4. Dan malaikat-malaikat yang membagi-bagi urusan.
Pada setiap penciptaan langit dan bumi termasuk di dalamnya angin telah ditugaskan malaikat-malaikat ALLAH yang mengatur jalannya angin dan urusan-urusan yang terkandung di dalamnya. Urusan-urusan yang dimaksud seperti yang telah disebutkan pada ayat sebelumnya yaitu mengatur pergerakan awan dan turunnya hujan, mengatur musim yang melibatkan angin dan hujan, dan mengatur rezeki yang terkandung pada turunnya hujan di suatu waktu dan tempat.

5. Sesungguhnya apa yang dijanjikankepadamu pasti benar.
Merupakan penegasan ALLAH terhadap janji-janji-NYA bagi umat manusia.

6. Dan sesungguhnya hari pembalasan pasti terjadi.
Termasuk diantaranya janji ALLAH akan hari kiamat dan hari pembalasan, yang pasti akan terjadi.

7. Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.
Kehidupan di langit sebagaimana kehidupan di bumi mempunyai alur dan jalan-jalan. Jalan-jalan yang dimaksud adalah jalan tempat perlintasan makhluk-makhluk ALLAH yang hidup di langit seperti angin, awan, matahari, bulan, bintang-bintang, dan malaikat-malaikat ALLAH yang melintasi langit dengan kecepatan yang tidak tertandingi oleh mata manusia. Ibarat jalan-jalan yang ada di muka bumi, jalan-jalan yang ada di langit pula memiliki rambu-rambu (batas-batas) yang diatur oleh malaikat penjaga langit. Hingga jika ada yang melampaui batas tersebut, misalnya syaitan yang ingin mencuri dengar informasi dari langit, maka ia akan dilempari oleh malaikat penjaga dengan bintang-bintang atau bola api yang panas sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandangnya. Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk. Kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.” (QS. Al-Hijr : 16-18)

“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya dari setiap syaitan yang sangat durhaka. Syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi pembicaraan, maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.” (As-Saaffat : 6-10)

8. Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat.

9. Dipalingkan daripadanya (AlQur’an dan Rasul) orang yang dipalingkan.

10. Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta.
Dusta atau kebohongan yang dimaksud di atas adalah dusta terhadap kebenaran agama yang disampaikan Rasulullah SAW, sebagaimana perilaku kebanyakan kaum yahudi ketika disampaikan kebenaran mengenai ALLAH dan tauhid kepada-NYA. Mereka senantiasa berdalih dan berdusta pada Rasulullah SAW setiap Rasulullah mengajak mereka kepada jalan ALLAH, dengan perkataan-perkataan yang menyembunyikan kekafiran mereka seperti, “Saya nanti akan mempercayai engkau Muhammad jika sudah sampai kebenaran dalam hatiku,” “Saya nanti akan menyembah TUHAN-mu jika saya telah melihat-NYA dalam diriku.” Padahal perkataan yang disampaikan kaum yahudi itu hanya dusta belaka dikarenakan keengganan mereka terhadap agama ALLAH namun mereka juga takut kehilangan pengaruh dan nama baik karena mengacuhkan Rasulullah SAW.

11. (Yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai.
Orang yang banyak berdusta diumapakan sebagai orang yang terbenam dalam kebodohan dan lalai dalam kebodohannya itu. Petunjuk terhadap jalan yang lurus (jalan kepada ALLAH) disampaikan Rasulullah SAW kepada setiap orang yang dikenal maupun tidak dikenal beliau SAW. Namun kesombongan dan keingkaran yang ada dalam diri kaum kafir menyebabkan mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan Rasulullah SAW hingga mereka tetap terbenam dalam kebodohan mereka lagi lalai.

12. Mereka bertanya, “Bilakah hari pembalasan itu?”
Di antara keingkaran mereka terhadap kebenaran yang dibawa Rasulullah SAW adalah tidak meyakini adanya hari akhir dan hari pembalasan. Hingga mereka selalu mengutarakan pertanyaan yang sama pada Rasulullah, “Bila hari kiamat datang,” “Seperti apa jika kiamat datang,” “Apakah kami akan hidup kembali jika hari kiamat datang,” Padahal pertanyaan-pertanyaan itu adalah untuk membantah kembali kebenaran yang disampaikan Rasulullah SAW tentang hari kiamat dan hari pembalasan.

13. (Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.
Hari pembalasan adalah hari dimana tiap perbuatan (ta’at atau maksiyat) akan mendapat balasan dan api neraka adalah balasan bagi mereka yang mendustakan agama ALLAH.

14. (Dikatakan kepada mereka): Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan.
Kaum kafir juga sering melontarkan tantangan pada ALLAH melalui Rasulullah SAW untuk diperlihatkan dan didatangkan kepada mereka adzab ALLAH jika memang apa yang disampaikan Rasulullah tentang hari kiamat dan hari pembalasan adalah benar. Ketika tiba masanya, hari pembalasan, maka segenap isi neraka yang menyala-nyala akan menjawab tantangan mereka dahulu di dunia bahwa inilah adzab yang dahulu mereka minta untuk disegerakan.

15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman surga dan mata air-mata air.
Balasan bagi keta’atan adalah surga dan segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Mata air-mata air yang dimaksud yang ada di dalam surga bukan cuma mata air sebagai sumber minuman para penduduk surga namun juga dimaksudkan bagi segala kenikmatan dan hadiah dari ALLAH seumpama air yang diminum oleh seorang yang dahaga.

16. Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
Segala pemberian ALLAH pagi penduduk surga disebutkan dalam beberapa surat yang lain, di antaranya adalah rumah-rumah yang dibangun dengan mutiara dengan dipan-dipan yang bertelekan sutera berwarna hijau jamrut, makanan yang melimpah ruah, minuman yang segar dan tidak memabukkan, pelayan laki-laki dan bidadari yang bermata jeli, serta keutamana-keutamaan lain sebagaimana janji ALLAH pada hamba-NYA di surga.

17. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
Orang-orang yang mendapat keberuntungan seperti disebutkan di ayat sebelumnya adalah mereka yang berbuat kebaikan selama hidup di dunia, mereka sedikit tidur di waktu malam karena waktu malamnya mereka gunakan untuk beribadah dan menyibukkan diri di dalamnya.

18. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.
Mereka selalu memanfaatkan sepertiga terakhir dari waktu malam hingga sebelum fajar untuk mendekatkan diri pada TUHAN-nya dan memohon ampunan pada-NYA.

19. Dan pada harta-harta mereka ada hak orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
Mereka tidak pernah melupakan hak orang miskin dalam bagian hartanya.

20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) bagi orang-orang yang yakin.
Tanda-tanda kekuasaan ALLAH meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Di antara tanda-tanda kebesaran ALLAH di bumi adalah siang dan malam, perputaran matahari dan bulan, turunnya hujan, tumbuh-tumbuhan dan segala yang dihasilkannya, binatang ternak dan segala yang dihasilkannya, laut dan segala kandungannya, yang semuanya adalah kepunyaan ALLAH dan menjadi bunti yang nyata akan keberadaan-NYA sebagai KHALIK (PENCIPTA) alam semesta.

21. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Termasuk tanda-tanda kekuasaan ALLAH adalah penciptaan manusia. Manusia berasal dari saripati makanan yang menjadi sperma (dalam air mani) pada laki-laki dan indung telur pada perempuan. Baik sperma dan indung telur ketika sudah menyatu dan ditanam dalam rahim akan tumbuh menjadi segumpal daging, daging tersebut kemudian akan membentuk organ dan ALLAH meniupkan ruh ke dalamnya hingga ia menjadi makhluk yang baru sampai kemudian dilahirkan dan tumbuh dewasa. Tidak ada satupun makhluk yang bisa menyerupai kesempurnaan ciptaan ALLAH terhadap manusia.

22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
Sebab-sebab rezeki yang ada di langit di antaranya adalah angin, hujan dan binatang yang bisa terbang melintasi langit. Dengan angin dan binatang yang bisa terbang melintasi langit, akan disampaikan serbuk bunga hingga bunga menjadi putik dan muncul berbagai hasil tanaman dan makanan, sebagaimana hujan yang turun dari langit menyuburkan tanah hingga baik hasil tanaman tersebut. Yang demikian itu adalah pemberian ALLAH yang Maha Pemurah.

23. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.
Malaikat Jibril menegaskan bahwa apa yang telah dikatakan Rasulullah tentang hari akhir dan hari pembalasan adalah benar-benar akan terjadi.

24. Sudahkan sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim yang dimuliakan?
Malaikat Jibril menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim ketika datang kepadanya dua orang tamu yang tidak dikenal.

25. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Salaamun,” Ibrahim menjawab, “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.”
Mengucapkan dan menjawab salam adalah tuntunan syariat Islam sebagai agama yang lurus (diinul qoyyimah) yang sudah ada sejak sebelum masa Rasulullah Muhammad SAW.

26. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.”
27. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata, “Silahkan anda makan,”

Dalam ayat tersebut tergambar kebaikan akhlak Nabi Ibrahim a.s dalam memuliakan tamu. Beliau menyediakan bagi tamunya hidangan yang terbaik berupa daging anak sapi gemuk meskipun tamunya itu bukan orang yang dikenalnya.

Tags:

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>