on July 19, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Ilham sebagai jalan mengenal ALLAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Manusia adalah makhluk ALLAH yang diciptakan-NYA dengan kelebihan dan kekurangan. Kelebihan manusia di antara makhluk ALLAH yang lain adalah ia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk yang diperlengkapi dengan akal dan indera. Kekurangan manusia sebagai makhluk adalah ia sangat lemah dan membutuhkan bantuan orang lain, mulai dari ketika ia dilahirkan ke dunia hingga tumbuh besar menjadi seorang manusia dewasa.

Dalam penciptaan manusia ALLAH melebihkannya pula dari makhluk-NYA yang lain hingga ketika seluruh malaikat dan isi langit diperintah ALLAH untuk sujud menghormati Adam a.s. Firman ALLAH Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an :

Ingatlah ketika TUHAN-mu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya AKU hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa ENGKAU hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih memuji ENGKAU dan mensucikan ENGKAU?” ALLAH berkata, “Sesungguhnya AKU mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Dan ALLAH mengajarkan kepada Adam nama-nama benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, “Sebutkanlah kepada-KU nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

Mereka menjawab, “Maha Suci ENGKAU, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah ENGKAU ajarkan kepada kami, sesungguhnya ENGKAU lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. 2 : 30 – 32)

Kemampuan Adam a.s untuk mengenali benda-benda dan menyebutkan nama benda-benda tersebut merupakan kelebihan yang ALLAH berikan kepadanya yang menjadikannya berbeda dengan ciptaan ALLAH yang lain (malaikat dan seluruh isi langit). Kemampuan yang ditanamkan ALLAH ketika penciptaan Adam a.s ini merupakan fitrahnya yang juga menjadi fitrah seluruh manusia setelah Adam a.s. Sebagian besar ulama sependapat kalau kemampuan ini disebut dengan istilah ilham.

Ilham adalah sesuatu yang ditanamkan di dalam hati yang berisi pengetahuan yang dibutuhkan oleh tiap manusia sepanjang kehidupannya mulai dari kecil hingga dewasa. Dengan ilham ini manusia dapat memikirkan hal-hal yang dapat menunjang dan memudahkan kehidupannya. Misalnya seorang anak kecil dalam perkembangannya akan bisa menyebutkan nama benda-benda atau mengenali benda-benda tertentu yang dimaksudkan orang tuanya seperti gelas, piring, atau pintu hingga ketika orang tuanya berkata padanya, “Tutup pintunya nak,” si anak akan mengerti dan menutup pintu sesuai perintah orang tuanya. Padahal sejak lahir si anak tidak pernah diajarkan secara langsung oleh orang tuanya akan nama benda-benda yang dimaksud (seperti pintu tadi).

Ilham adalah sesuatu yang ditanamkan di dalam hati yang dengannya manusia dapat memikirkan hal-hal yang dapat menunjang dan memudahkan kehidupannya. Sehingga ketika manusia dapat menggunakan akal dan inderanya dengan baik, ilham yang diberikan ALLAH akan membantunya dalam menciptakan benda-benda atau mengolah alam dan isinya untuk kebutuhan hidupnya.

Ketika manusia pertama menemukan api dari gesekan dua benda mekanis yang menghasilkan panas, itu adalah bentuk ilham yang diberikan ALLAH padanya. Dengan api yang dihasilkan ia kemudian dapat membuat makanan, dapat melindungi diri dari binatang buas dan sengatan hawa dingin ketika malam tiba. Ketika manusia pertama mulai berlayar di laut dengan menggunakan rangkaian kayu yang bisa mengapung di atas air dan melihat arah angin untuk mencapai tujuannya, itu juga adalah bentuk ilham yang diberikan ALLAH Subhanahu wa Ta’ala kepadanya. Dengan perahu yang dilayarkan di laut ia dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, ia pula dapat mencari ikan sebagai sumber makanan dan penghidupannya.

“Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan ALLAH dari langit lalu dihidupkan-NYA dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda kekuasaan ALLAH bagi kaum yang berakal.” (QS. 45 : 5)

Bagaimana ilham yang diberikan ALLAH kepada manusia untuk melengkapi akal dan inderanya merupakan karunia ALLAH yang sangat besar pada manusia. Sehingga patutlah kiranya manusia sebagai makhluk yang berakal bersyukur pada Penciptanya, ALLAH Subhanahu wa Ta’ala, RABBUL ‘aalamiin. Firman ALLAH Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an :

“Dan ALLAH mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan DIA memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. 16 : 78)

Katakanlah, “Siapakah yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka menjawab, “ALLAH.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-NYA?” (QS. 10 : 31)

Ilham adalah sesuatu yang ditanamkan di dalam hati yang dengannya manusia dapat memikirkan hal-hal yang dapat menunjang dan memudahkan kehidupannya. Sehingga dengan memanfaatkan ketiga modal utama yang ALLAH berikan ini (pendengaran, penglihatan, dan hati yang terkandung ilham di dalamnya), manusia dapat lebih mengenal dan menyadari eksistensi dirinya sebagai seorang hamba ALLAH yang sepatutnya hanya tunduk dan ta’at pada perintah ALLAH dan tidak mengambil TUHAN (ILLAH) selain daripada-NYA.

Wallaahu ‘alam bish shawab

Tags: , , , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>