on July 18, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments Off

Medan Jihad Kaum Muslimin

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan maghfirah dari ALLAH Subhanahu wa Ta’ala bagi seluruh kaum muslimin. Di dalamnya tersedia beribu manfaat dan kemuliaan bagi orang-orang beriman yang menjalankan puasa dan menjalankan syariat Islam dari hal-hal kecil yang terlihat sepele di pandangan mata sampai pengorbanan tertinggi yang menjadi puncak dalam ajaran Islam yaitu jihad fii sabilillah.

Perang yang saat ini sedang berlangsung di Palestina sesungguhnya bukanlah hal yang baru. Ianya hanya lanjutan dari perang yang sudah dimulai sejak zaman nabi Musa a.s. Meskipun pada zaman nabi Musa perang yang terjadi diawali dengan perebutan tanah garapan dan tempat tinggal antara kaum nabi Musa (bani Israil) dan pendudukan asli Palestina yang pada masa itu belum mengenal Islam. Dikisahkan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah :

“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan ALLAH bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.”

“Mereka berkata :”Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya pasti kami akan memasukinya.”

“Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut itu, “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang kota itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada ALLAH hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 5 : 21 – 23)

Namun perang yang saat ini sedang berlangsung di Palestina bukan lagi semata-mata perebutan tanah dan kekuasaan antara bani Israil dengan penduduk Palestina karena Bani Israil yang sekarang disebut sebagai bangsa Israel merupakan penganut agama Yahudi yang ajarannya jauh menyimpang dari kebenaran yang dibawa oleh nabi Musa pada zamannya, sedangkan penduduk Palestina yang diperangi dan dibunuh secara brutal adalah kaum muslimin yang mengikuti ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Perang yang saat ini berlangsung merupakan salah satu dari rencana pihak Yahudi dan Nasrani untuk menguasai tempat-tempat penting bagi ummat Islam yang dianggap sebagai sumber kekuatan bagi penyebaran agama Islam di seluruh dunia seperti Baitul Maqdis, Al-Azhar di Kairo, Makkah, dan Madinah. Sehingga dengan menguasai tempat-tempat tersebut mereka dapat memadamkan cahaya agama ALLAH dan mengembalikan kaum muslimin kepada agama yang mereka anggap paling benar yaitu agama ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Firman ALLAH Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk ALLAH itulah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka ALLAH tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. 2 : 120)

Rasulullah SAW semasa hidupnya pula pernah menyebutkan tentang perang ini yaitu “Tidak akan datang hari kiamat hingga kaum muslimin memerangi orang Yahudi dan mereka mencari perlindungan di balik pohon tua (qhorod).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beberapa ahli hadits menafsirkan bahwa hadits ini merupakan salah satu petunjuk Rasulullah SAW akan tanda-tanda akhir zaman. Namun beberapa pendapat lain menjelaskan bahwa perkataan Rasulullah mengenai Yahudi yang bersembunyi dibalik pohon qhorod adalah pemisalan terhadap apa yang dilakukan Yahudi didalam peperangannya melawan penduduk Palestina. Pohon qhorod adalah pohon tertua yang sudah ada sejak zaman nabi Musa dan para pengikutnya (bani Israil). Sehingga pendapat ahli hadits yang kedua menyimpulkan bahwa pohon qhorod hanyalah pemisalan terhadap bangsa Israel yang menjadikan perebutan tanah nenek moyang mereka (bani Israil pengikut nabi Musa a.s) sebagai alasan terhadap penjajahan dan perang yang mereka lancarkan kepada penduduk Palestina meskipun sebenarnya pada saat ini bangsa Israel yang ada bukanlah pengikut ajaran nabi Musa a.s yang mengajak kepada agama yang lurus (diinul qoyyimah) yaitu Islam dan tujuan utama bangsa Israel terhadap Palestina adalah memadamkan cahaya agama ALLAH yang ada di negeri tersebut.

Dalam ajaran tauhid, setiap orang yang beriman tidaklah sempurna imannya ketika ia tidak meyakini akan adanya taqdir dari ALLAH. Taqdir atau ketetapan ALLAH mencakup segala sesuatu yang terjadi dari sejak penciptaan yang pertama hingga hari akhir (hari kiamat) yang meliputi setiap makhluk ciptaan ALLAH. Sehingga ALLAH menetapkan malam menutupi siang adalah taqdir-NYA, ALLAH menetapkan maut untuk segala yang hidup adalah taqdir-NYA, ALLAH menetapkan perputaran bulan dan matahari adalah taqdir-NYA, dan hal-hal lain yang terjadi sepanjang kehidupan di atas dunia. Palestina sebagai tanah yang diperebutkan dan menjadi medan juang bagi kaum muslimin juga merupakan salah satu dari taqdir ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana ALLAH juga menetapkan tanah di sekeliling Ka’bah (Makkah) sebagai tanah yang diberkahi bagi kaum muslimin. Firman ALLAH dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah :

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia beribadah adalah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. 2 : 96)

ALLAH menetapkan Palestina sebagai medan pertempuran (jihad) kaum muslimin terhadap mereka yang menentang agama ALLAH dengan haq sehingga setiap orang yang beriman tidak akan merasa sedih dan khawatir terhadap apa yang mereka hadapi di dalamnya. Kehilangan harta, benda, rumah, anak, suami, karib dan keluarga yang terbunuh merupakan ujian bagi penduduk Palestina yang dahulu juga pernah dialami oleh kaum muslimin pada masa awal perjuangan Rasulullah SAW di Makkah sebelum akhirnya turun perintah untuk hijrah ke Madinah. Firman ALLAH dalam Al-Qur’an surat Al-Imran :

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan juga kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu (ahli kitab) dan orang-orang yang mempersekutukan ALLAH, gangguan yang banyak dan menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang besar.” (QS. 3 :186)

ALLAH menetapkan Palestina sebagai medan jihad kaum muslimin sehingga setiap ummat islam yang ikut berjuang di dalamnya dengan mengharap keridhaan ALLAH semata-mata akan memperoleh kemuliaan sebagai seorang syuhada yang berhak atas syurga-NYA.

Namun demikian Palestina sebagai medan jihad kaum muslimin juga membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi kaum muslimin yang tinggal di negeri lain yang jauh jaraknya dari Palestina. Bantuan materil berupa infaq yang disalurkan untuk menyokong perjuangan penduduk Palestina merupakan bentuk perjuangan tidak langsung yang dapat diberikan. Terlebih dengan keutamaan bulan Ramadhan yang menjanjikan pahala dan kebaikan berlipat ganda atas setiap infaq yang diberikan seharusnya menambah ghirah (semangat) kaum muslimin untuk menghulurkan bantuannya ke penduduk Palestina.

Seorang muslim terhadap muslim lainnya ibarat satu tubuh. Meskipun terpisah jarak yang sangat jauh, sebagai saudara sudah selayaknya kita membantu dengan segenap tenaga dan kemampuan untuk meringankan perjuangan saudara kita di Palestina.

Wallaahu ‘alam bish shawab

 

No Comments

Comments are disabled.