on June 29, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Dendam Sepanjang Hayat

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Salah satu prinsip aqidah yang harus dipahami dalam ilmu tauhid adalah ALLAH sebagai satu-satunya ILLAH (TUHAN) merupakan TUHAN yang Maha Berkehendak. Ketika ALLAH berkehendak terhadap sesuatu sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an, ALLAH cukup dengan menyebutkan, “Kun fayakun,” (Jadilah, maka jadilah ia). Hingga tidak ada satupun kuasa yang melebihi kuasa ALLAH dan tidak ada satupun kehendak yang berjalan di seluruh penjuru langit dan bumi kecuali kehendak ALLAH Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika ALLAH menciptakan Adam dan berkehendak untuk menjadikannya sebagai khalifah, ALLAH memerintahkan kepada seluruh penghuni langit untuk sujud menghormati Adam. Di antara penghuni langit itu, Iblis merupakan satu-satunya penentang perintah ALLAH untuk memberikan penghormatan kepada Adam yang diciptakan ALLAH dengan kelebihan aqal dan sebaik-baik rupanya. Kisah pembangkangan Iblis ini dijelaskan terperinci dalam surat Al-A’raf dan surat Al-Baqarah :

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (QS. 7 : 11)

ALLAH berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu AKU menyuruhmu?” Menjawab iblis, “Saya lebih baik daripadanya. ENGKAU ciptakan saya dari api sedang dia ENGKAU ciptakan dari tanah.” (QS. 7 : 12)

ALLAH berfirman, “Turunlah kamu dari syurga itu karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS. 7 : 13)

Iblis menjawab, “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan,” (QS. 7 : 14)

ALLAH berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh,” (QS. 7 : 15)

Iblis menjawab, “Karena ENGKAU telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan ENGKAU yang lurus.” (QS. 7 : 16)

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan ENGKAU tidak akan mendapati kebanyak mereka bersyukur dan ta’at kepada ENGKAU. (QS. 7 : 17)

ALLAH berfirman, “Keluarlah kamu dari syurga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar AKU akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (QS. 7 : 18)

Dan ALLAH berfirman, “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di syurga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja kamu dukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang dzalim.” (QS. 7 : 19)

Maka iblis membisikkan pikiran jahat kepada keduanya (Adam dan Hawa) untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya hingga mereka berdua bermaksiyat pada perintah ALLAH. ALLAH kemudian mengusir Adam dan Hawa ke dunia.

ALLAH berfirman “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (QS. 7 : 24)

Adam berkata, “Ya TUHAN kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika ENGKAU tidak mengamuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. 7 : 23)

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari TUHAN-nya, maka ALLAH menerima taubatnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 37)

Kami berfirman, “Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-KU kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-KU niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. 2 : 38)

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2 : 39)

Dari penjelasan ayat-ayat tersebut di atas tergambar jelas mengenai kesombongan iblis sebagai makhluk ciptaan ALLAH yang dengan sangat berani membantah perintah ALLAH untuk sujud kepada Adam. Iblis juga merasa dirinya lebih pantas menjadi khalifah yang dimaksudkan ketimbang Adam yang baru saja diciptakan. Padahal sebagaimana Adam yang juga dicontohkan dalam ayat-ayat di atas, iblis sebagai makhluk ciptaan ALLAH memiliki pilihan untuk ta’at pada ALLAH atau untuk bermaksiyat pada NYA. Namun karena merasa dirinya lebih baik dari sisi penciptaan yang kuat (dari api yang menyala) dibanding Adam yang terbuat dari saripati tanah, iblis memilih untuk menentang perintah ALLAH hingga membuat ALLAH murka dan menetapkan hukumannya. Iblis yang sombong tidak segera mohon ampun atas dosanya pada ALLAH, ia hanya memohon penangguhan waktu untuk menerima hukumannya. ALLAH yang Maha Pemurah mengabulkan permohonan iblis. Namun iblis yang marah dan telah muncul dendam dalam hatinya terhadap Adam, kembali menantang ALLAH dengan perkataannya, bahwa ia dapat menyesatkan Adam dan anak keturunannya dari  jalan ALLAH. ALLAH kemudian berfirman, “Keluarlah kamu dari syurga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar AKU akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (QS. 7 : 18)

Kesombongan, kemarahan dan dendam iblis yang menyebabkan ia terseret ke dalam neraka ALLAH. Hingga dalam penangguhan waktu yang diberikan ALLAH padanya, iblis akan berusaha sekuat tenaga untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya anak keturunan Adam sebagaimana yang diikrarkannya pada ALLAH ‘Azza wa Jalla. Dendam iblis yang kuat berakar ini yang tidak pernah hilang ditelan masa, berkekalan sepanjang hayatnya hingga nanti hari pembalasan (hari kiyamat) tiba.

Sebaliknya, Adam yang telah disesatkan iblis ketika ditunjukkan oleh ALLAH dosanya segera memohon ampun pada ALLAH. Hingga ALLAH yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengasih (Ar-Rahman) terhadap hamba-NYA memberikan kesempatan kepada Adam untuk memperbaiki diri di dunia.

Kami berfirman, “Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-KU kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-KU niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. 2 : 38)

Kehendak ALLAH atas penciptaan Adam sebagaimana kehendak ALLAH atas penciptaan iblis sebagai makhluk ciptaan-NYA adalah sama, sebagaimana ALLAH menjelaskan dalam Al-Qur’an :

“Dan tidak AKU ciptakan jin dan manusia selain untuk mengabdi kepada KU” (QS. 51 : 56)

Bahwa ALLAH menciptakan Adam dan iblis sebagai makhluk-NYA yang sepatutnya hanya tunduk dan ta’at pada perintah ALLAH. Baik Adam dan iblis, manusia dan jin, masing-masing dibekali ALLAH dengan dua jalan pilihan yaitu jalan keta’atan dan jalan keingkaran yang keduanya tertulis dalam Lauhul Mahfudz, kitab kejadian dan kehendak ALLAH yang meliputi segala sesuatu. Sehingga baik Adam maupun iblis, manusia maupun jin memiliki keleluasaan untuk memilih jalannya sendiri dengan balasan terhadap masing-masing jalan yang dipilih. Balasan jalan keta’atan adalah syurga ALLAH dan segala kenikmatan yang ada di dalamnya, balasan jalan keingkaran adalah murka ALLAH dan neraka dengan segala siksaan yang pedih tiada tara.

Wallaahu ‘alam bish shawab

 

Tags: , , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>