on December 30, 2013 by admin in Uncategorized, Comments (0)

Tafsir surat Al-Baqarah ayat 154

Bismillaahirrahmaanirrahiim

“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan ALLAH telah mati, sebenarnya mereka hidup tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. 2 : 154)

Salah satu golongan yang dijamin ALLAH masuk ke dalam syurga-NYA tanpa dihisab adalah para syuhada. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an :

“(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. 61 : 11-12)

Para syuhada berjuang dengan harta dan jiwanya dalam menegakkan agama ALLAH, baik yang terjadi pada masa Rasulullah masih hidup atau sepeninggalnya hingga sekarang seperti yang terjadi di bumi Palestina dan bumi Islam lain yang tidak terjangkau oleh liputan media.

Selain dijamin ALLAH dengan syurga ‘Adn, syurga yang penuh dengan fasilitas dan kenikmatan yang apabila dibandingkan seluruh kenikmatan yang paling menyenangkan di dunia tidaklah sampai setetes dari kenikmatan dan kesenangan yang dijanjikan ALLAH di dalam syurga ‘Adn, para syuhada juga ditinggikan ALLAH posisinya satu derajat dari orang beriman yang bukan golongan syuhada, sehingga setelah para Rasul dan nabi ALLAH, keluarganya yang beriman, sahabat-sahabatnya, dan golongan tabi’in (pengikut setia) dari kelompok pertama sesudahnya, para syuhada menempati posisi berikutnya dalam jajaran orang-orang yang didahulukan atasnya syurga.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. 9 : 20)

Para syuhada yang terbunuh dalam setiap pertempuran membela agama ALLAH, dinilai syahidnya dari niat ia pergi berjihad. Apabila ia berjihad karena mengharapkan pujian dan nama baik di keluarga dan sukunya, maka itulah yang akan ia dapatkan setelah syahidnya, dan akan jauh ia dari mendapatkan syurga ALLAH. Seseorang yang berjihad karena mengharapkan ghanimah (harta rampasan perang) akan mendapatkan apa yang ia harapkan dan apabila ia terbunuh maka matinya sia-sia dan akan jauh ia dari mendapatkan syurga. Seseorang yang berjihad karena TUHAN-nya (ALLAH) akan mendapatkan kemuliaan dan syahidnya akan beroleh syurga.

“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan ALLAH telah mati, sebenarnya mereka hidup tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. 2 : 154)

Para syuhada yang terbunuh di jalan ALLAH pada hakikatnya jasadnya telah mati namun mereka tetap hidup sebagaimana disebutkan pada ayat di atas. Jasad mereka mati karena putusnya nyawa dari badan, namun ruh perjuangan mereka tetap hidup sebagaimana ruh mereka yang terpelihara di sisi ALLAH dan bebas dari siksa kubur. ALLAH telah membebaskan mereka atas setiap dosa yang pernah dilakukan sebelum syahidnya dan ALLAH menjamin keberadaan mereka di sisi-NYA hingga tiba hari akhir dan mereka akan ditempatkan pada syurga-NYA, syurga ‘Adn.

Jasad para syuhada telah mati dan terbujur di bumi ALLAH, namun mereka tetap hidup dalam bentuk ruh perjuangan mereka yang akan selalu ada penerusnya hingga akhir zaman. Perjuangan dalam menegakkan agama ALLAH tidak akan pernah mati sebagaimana jasad yang mati, perjuangan dalam menegakkan agama ALLAH akan tetap hidup dan ibarat pucuk daun yang selalu muncul dan bertunas menggantikan daun kering yang gugur dan jatuh ke tanah.

Wallaahu ‘alam bish shawab.

Tags: ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>