on October 23, 2013 by admin in Tafsir, Comments (0)

Tela’ah : Pelajaran dari ayat 6-7 Surat Ar-Ra’du, ALLAH adalah ILAH yang tidak membutuhkan apapun

Bismillaahirrahmaanirrahiim

“Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan datangnya siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka dzalim, dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar sangat keras siksa-Nya.”

“Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhan-nya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.” (QS. 13:6-7)

Sepanjang sejarah hidup manusia dari zaman nabi Adam hingga sekarang, orang-orang yang ingkar kepada ALLAH selalu menantang IA dan utusan-NYA untuk memperlihatkan keajaiban atau peristiwa spektakuler yang akan membuktikan di depan mata mereka tentang keabsahan adanya ALLAH sebagai ILAH (Tuhan) yang Maha Kuasa. Beberapa surat dalam Al-Qur’an memuat kisah orang-orang dahulu yang teramat ingkarnya pada ALLAH sehingga meminta didatangkan adzab seperti kisah umat nabi Nuh, umat nabi Luth, dan yang paling banyak disebutkan adalah kisah keingkaran kaum kafir Quraisy pada masa Rasulullah Muhammad SAW sebagaimana disebutkan pada ayat di atas.

Mereka yang teramat ingkarnya dan menafikan keberadaan ALLAH sebagai satu-satunya ILAH yang patut disembah dan diibadahi, menantang ALLAH untuk menurunkan bukti kebesarannya dengan tanda-tanda atau dengan diturunkannya malaikat di hadapan mata mereka, bahkan mereka dengan teramat sombongnya menantang ALLAH untuk menurunkan adzab kepada mereka sebegai bukti hukuman ALLAH terhadap mereka apabila mereka memang benar telah ingkar kepada-NYA.

Namun tantangan mereka yang ingkar pada ALLAH ini tidak serta merta dijawab ALLAH dengan menurunkan bencana atau adzab seperti yang mereka mintakan. Bukan karena ALLAH tidak kuasa untuk memenuhi tantangan mereka dan bukan pula karena ALLAH memberikan kelonggaran kepada mereka atas segala perbuatan keji dan munkar yang mereka perbuat. ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA adalah ILAH (Tuhan) yang tidak membutuhkan apapun baik dari isi langit maupun bumi. ALLAH tidak membutuhkan apapun untuk menyembahnya karena IA terlepas dari ketergantungan terhadap apapun, IA adalah Yang Maha Ahad (Satu) yang berdiri sendiri dan Maha Menentukan. Sehingga ALLAH tidak membutuhkan siapapun hambanya baik golongan manusia atau jin untuk menjadi ta’at dan beriman kepada-NYA. Sebaliknya tiada kerugian sedikitpun di sisi-NYA apabila hambanya bahkan seisi dunia ini ingkar kepada-NYA. Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi:

“Apabila seluruh dunia beserta isinya taqwa dan hanya menyembah kepada ALLAH, tidak akan bertambah keagungan-NYA demikian pula sebaliknya apabila seluruh dunia beserta isinya mendurhakai ALLAH tidak akan berkurang sedikitpun keagungan-NYA. Kerajaan ALLAH meliputi langit dan bumi dan tidak ada satupun yang menyetarai IA.”

Tantangan mereka yang ingkar pada ALLAH ini tidak serta merta dijawab ALLAH dengan menurunkan bencana atau adzab seperti yang mereka mintakan, namun ALLAH pula TUHAN yang Maha Adil. ALLAH Maha Melihat dan Menyaksikan segala perbuatan hamba-NYA baik yang nampak maupun yang tersembunyi, baik yang wujud maupun yang ghaib. ALLAH Maha Kuasa dan Maha Benar (Haq) dengan janji-NYA. Sehingga segala tantangan mereka yang ingkar dan mendurhakai ALLAH pasti akan terjawab meski tidak dalam waktu yang mereka bayangkan. Bahkan sering adzab yang ALLAH timpakan pada mereka itu datang perlahan atau datang tiba-tiba tanpa mereka duga datangnya. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan mereka merencanakan makar terhadap ALLAH dengan sungguh-sungguh, dan Kami merencanakan makar pula sedang mereka tidak menyadari.”
(QS. 27:50)

Tantangan kafir Quraisy pada Rasulullah sebagaimana disebutkan pada ayat ke-7 di atas pernah satu kali membuat Ali bin Abi Thalib geram sehingga hampir ia mengeluarkan pedangnya untuk menebas leher orang yang mengolok-olok Rasulullah SAW. Namun Rasulullah menenangkan Ali dan berkata kepadanya:

“Andaipun ALLAH merubah bukit Sinai menjadi emas seketika, tetap tidak akan beriman seluruh kafir Quraisy yang ada di kota Mekkah.”

Mereka yang teramat ingkarnya pada ALLAH telah dibutakan hatinya terhadap cahaya-NYA, hingga semakin ia menantang ALLAH dengan kesombongannya semakin ia buta dan jauh dari memperoleh rahmat-NYA.
Wallaahu ‘alam bish shawab.

Tags: ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>