on October 15, 2013 by admin in Tafsir, Comments (0)

Tela’ah : QS. Ar-Ra’du ayat 5

Bismillaahirrahmaanirrahiim

“Dan jika (ada sesuatu) yang mengherankanmu, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan dikembalikan menjadi makhluk yang baru?” Orang-orang itulah yang kafir kepada TUHAN-nya dan orang-orang itulah yang dilekatkan belenggu di lehernya, mereka itulah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. 13:5)

Ayat kelima dari surat Ar-Ra’du ini menggambarkan tentang keadaan orang kafir di hari kiyamat yaitu mereka yang mendustakan hari berbangkit itu akan dibelenggu lehernya dan termasuk ia sebagai penghuni neraka. Dalam beberapa surat lain juga disebutkan tentang keadaan mereka yang mendapat adzab neraka.

“..Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiyamat dengan diseret atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api neraka jahannam itu padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” (QS. 17:97)

“Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.” (QS. 25:34)

“Yaitu orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an dan rasul-rasul Kami, ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,” (QS. 40:70-73)

“Ingatlah pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. Dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah sentuhan api neraka!” (QS. 54:48)

Segala makhluk hidup ciptaan ALLAH ketika tiba hari kiyamat akan menjalani beberapa tahap yaitu:
1. Dimatikan pada tiupan malaikat Israfil yang pertama yang juga menghancurkan segala isi langit dan bumi, dihidupkan kembali pada tiupan yang kedua dan kemudian dikumpulkan di padang Mahsyar pada tiupan yang ketiga.

2. Dihitung (di-hisab) segala kebaikan dan kejahatan yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia. Pada saat ini semua saksi akan bicara, baik anggota badan dari makhluk itu sendiri maupun yang lain yang menjadi saksi atas perbuatannya.

3. Ditentukan kesudahannya. Pada saat penentuan ini, akhir setiap orang akan dipastikan. Apakah ia akan mendapat akhir yang baik (syurga) ataupun seburuk-buruk kesudahan makhluk yaitu neraka. Pada saat penentuan ini pula masing-masing makhluk ALLAH dari golongan jin dan manusia akan melewati shiratal mustaqiim (jembatan pembeda), yang dalam beberapa hadits disebutkan ukurannya seperti rambut dibelah tujuh. Namun dalam beberapa riwayat disebutkan pula bahwa ukuran dan panjangnya shiratal mustaqiim ini tergantung dari amalan orang yang melewatinya. Seorang ahli syurga akan mendapatkan jembatan yang sangat pendek dan luas untuk ia jalani baik dari sisi kiri, kanan, maupun tengahnya. Sehingga tidak ada kekhawatiran baginya berjalan di atasnya meski dengan menutup mata. Seorang ahli neraka yang teramat-amat ingkar dan penuh maksiyat selama hidupnya akan mendapati jembatan yang sangat panjang hingga tak nampak olehnya ujung jembatan itu dengan ukuran jembatan seumpama rambut yang dibelah menjadi tujuh bagian. Pada keadaan ini, setiap ahli neraka yang melewati shiratal mustaqiim ketika ia berjalan dan terjatuh akan secepat kilat disambar oleh malaikat penjaga yang akan segera melemparkannya ke gerbang neraka.

Dan bagi mereka para pendusta agama sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat di atas, lehernya akan dibelenggu dan diseret ia dari mukanya kemudian dilemparkan ia ke dalam api neraka. Wallaahu ‘alam bish shawab.

Tags: ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>