on August 28, 2013 by admin in Aqidah, Comments (0)

ALLAH : AR-RAHMAN AR-RAHIIM

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kata AR-RAHMAN dan AR-RAHIIM yang mengacu pada sifat ALLAH sebagai RABB yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang disebutkan paling banyak dalam Al-Qur’an. Jika ditelusuri jumlah pengulangan AR-RAHMAN dan AR-RAHIIM dalam Al-Qur’an adalah lebih dari 200 kali dengan pengulangan AR-RAHIIM baik secara tunggal maupun bergandeng dengan kata yang lain (seperti GHAFUR, ‘AZIZ, dll) lebih banyak daripada AR-RAHMAN.

AR-RAHMAN AR-RAHIIM merupakan salah satu sifat ALLAH yang artinya Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebagaimana makna kasih yang lebih sempurna apabila dipasangkan dengan makna sayang, maka Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ALLAH tidak ada banding dan duanya.

ALLAH AR-RAHMAN AR-RAHIIM, ALLAH Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak ada banding dan duanya di dunia dan akhirat, meliputi setiap makhluk ciptaan-NYA baik di langit maupun di bumi. Maha Pengasih ALLAH dan Maha Penyayang ALLAH sehingga IA menciptakan langit tidak pernah roboh dan jatuh ke bawah. Maha Pengasih dan Maha Penyayang ALLAH sehingga IA menciptakan bumi beserta segala isinya dalam keadaan seimbang, siang hadir menutupi malam, hujan datang meluruhkan tandus, gunung-gunung berdiri dan berdiam pada tempatnya sebagai penyangga berdiri bumi itu sendiri, dan tiap makhluk yang hidup di atasnya diciptakan ALLAH dengan sempurna.

Setiap yang diciptakan ALLAH adalah makhluk sebagaimana IA adalah KHALIK. Karenanya setiap makhluk adalah hamba-NYA (‘abid) yang harus ta’at serta tunduk (ma’bud) kepada-NYA saja.

Namun pada kenyataannya, sejak dari penciptaan Adam hingga sekarang, makhluk ciptaan ALLAH ada saja yang ingkar dan melupakan hakikat dirinya sebagai makhluk ciptaan ALLAH. Keingkaran Adam terhadap perintah ALLAH untuk tidak mendekati sebuah pohon menjadikan ia berdosa terhadap RABB-nya. Jika ALLAH tidak bersifat AR-RAHMAN AR-RAHIIM tentu pada saat itu juga Adam akan dibinasakan ALLAH karena melanggar perintah-NYA. Adam mendapat ganjaran akan perbuatannya dan dengan AR-RAHMAN-nya ALLAH menerima taubatnya.

Keingkaran berbagai kaum dari dulu hingga sekarang, sebagian daripadanya menjadi pelajaran bagi yang lain. Sebagaimana sunnatullah, kaum yang sangat-sangat ingkarnya akan mendapat adzab ALLAH di dunia, bukan karena ALLAH terlepas dari sifat AR-RAHMAN wa AR-RAHIIM-NYA, namun ALLAH pada saat yang sama juga merupakan AL-MULK (Pencipta) yang Maha Berkehendak atas setiap ciptaan-NYA. ALLAH sebagai AL-MULK Maha Memperhatikan setiap perbuatan hamba-NYA. Mereka yang melampaui batas, mereka yang zalim, mereka yang sangat-sangat ingkarnya pada ALLAH apalagi dengan kezalimannya mereka menyakiti dan mengambil hak orang lain, maka sebagai AL-MULK yang Maha Berkehendak pula ALLAH memiliki kuasa penuh untuk mengadzab dan membinasakan setiap bagian daripada mereka yang zalim, melampaui batas dan sangat-sangat ingkar kepada ALLAH.

Keingkaran manusia dari dulu hingga sekarang, dengan ALLAH sebagai AR-RAHMAN AR-RAHIIM selalu memberikan kesempatan dan peluang untuk mereka bertaubat dan kembali kepada ridha-NYA, sebelum batas ajal menjadi pemutus kesempatan mereka. Dengan AR-RAHMAN AR-RAHIIM-nya ALLAH tidak langsung membinasakan mereka yang ingkar kepada-NYA, padahal amatlah mudah bagi ALLAH untuk membolak balikkan dunia ini apatah lagi hanya sebagian daripadanya atau hanya seorang hambanya yang ingkar. ALLAH AR-RAHMAN AR-RAHIIM hingga meskipun sebesar apapun dosanya ALLAH selalu memberikan peluang dan kesempatan, sebesar apapun dosanya jika memang belum tiba ajalnya, ALLAH hanya aman mengadzabnya di dunia yang kelak akan meringankan ia di akhirat (neraka jahannam, apabila jatuh hisabnya di neraka). Sedahsyat apa bencana dan sakit yang ada di dunia, belum seberapa dari yang telah tersedia dia neraka-NYA. Sepanas apapun api dan bara yang paling panas di dunia bahkan tidak seperseribu panasnya neraka ALLAH yang disediakan bagi mereka yang ingkar pada-NYA.

ALLAH AR-RAHMAN AR-RAHIIM, sangatlah Maha Pengasih dan Penyayang-NYA dengan menurunkan rezeki pada tiap makhluk ciptaan-NYA. Bahkan dalam salah satu ayat Al-Qur’an disebutkan, “Meski binatang melata telah kami tentukan rezekinya.” Apalagi makhluk ALLAH yang lain yang diberi kelebihan dari sejenis binatang melata. Dalam tiap bumi yang diciptakan ALLAH, setandus dan segersang apa ia pasti terkandung rezeki bagi makhluk-NYA, sedemikian ALLAH sangat Maha Pengasih dan Maha Penyayang pada makhluk-NYA.

ALLAH AR-RAHMAN AR-RAHIIM, sebesar apapun dosa yang pernah dilakukan seorang hamba, ALLAH selalu membukakan pintu taubat-NYA jika saja hambanya tersebut mau bertaubat dengan sebenar-benar taubat. ALLAH adalah AL-KHALIK, sehingga IA Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dan segala yang tampak, ALLAH pasti mengetahui siapa dari hamba-NYA yang benar-benar bertaubat dan siapa yang hanya mempermainkan kemurahan-NYA sebagai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya, apabila seluruh isi dunia ini bertaqwa dan memuja ALLAH semata, tidak akan bertambah keagungan-NYA (karena IA Maha Agung dan Maha Tinggi, ALLAHU TA ‘ALA) dan tidak membutuhkan hamba-NYA. Demikian pula jika seluruh makhluk ciptaan ALLAH ingkar pada-NYA, tidak akan mengurangi keagungan-NYA sebagai RABBUL ‘ALAMIN. Apalagi hanya satu atau segelintir hamba-NYA yang ingkar dan hanya mempermainkan janji dan ketaatannya sebagai hamba.

ALLAH AR-RAHMAN AR-RAHIIM, hingga ALLAH juga menyediakan bulan Ramadhan, satu bulan penuh kesempatan untuk bertaubat, dengan malam lailatul qadr yang seibarat jalan tol bebas hambatan (bebas gangguan dan godaan), hingga bagi siapa yang mendapatkannya akan terhapus segala dosanya dan terkabul pula segala do’anya. Maha Suci ALLAH dengan sifat-NYA.

ALLAH AR-RAHMAN AR-RAHIIM, wa lam ya-qullahu kuffuan AHAD (dan tidak ada satupun yang menyetarai IA yang AHAD).

Wallaahu ‘alam bish shawab.

Tags: ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>