on August 1, 2013 by admin in Hikayat, Risalah, Comments (0)

Hakikat Air, Tanah, Api

Bismillaahirrahmaanirrahiim

ALLAH menciptakan bumi dari ketiga unsur utama yaitu air, tanah, api. Air merupakan awal kehidupan, menghidupkan yang mati dan menyuburkan yang hidup. Tanah merupakan pondasi dan api yang menguatkan karena sifatnya yang kuat.

Ketiga unsur ini dapat dilihat pada penciptaan gunung. Awal mulanya gunung terbentuk dari air dan gumpalan tanah. ALLAH menguatkan strukturnya hingga ia mengandung berbagai macam mineral dan menghasilkan api. Api yang terbentuk di antara lapisannya juga menguatkan struktur gunung tersebut sehingga ia menjadi solid dan kokoh berdirinya.

Manusia terbentuk dari setetes air (mani) yang dengan sari pati tanah menggumpal menjadi daging. Kemudian ALLAH tiupkan ruh ke dalam jasadnya dan hiduplah ia hingga ia dimatikan kembali. Api bukan menjadi unsur manusia dan semestinya tidak tercampur.

Makhluk ALLAH yang lain diciptakan dari api. Rahasia penciptaan mereka meliputi ilmu ALLAH yang Maha Tinggi, sebagaimana api yang kecil dan menumbuhkan api yang lain dan menjadi besar ia. Karakter atau sifatnya ialah panas dan kuat. Api hanya dapat dipadamkan dengan air. Sehingga api dan air juga tidak dapat bertemu kecuali atas izin ALLAH, api akan menjadi dingin dan kehilangan panas nya karena air.

Seperti tembikar yang dibakar arang di atasnya. Tembikar akan mengeluarkan bau yang khas dan wangi. Api di dalam tembikar juga akan bertahan lama hingga air yang akan memadamkan.

Air yang memadamkan bara dalam tembikar akan menyamarkan bau khas yang muncul dari tembikar dan api namun air dan api dalam tembikar akan menguatkan tembikar sehingga menjadi lebih kokoh dan solid ia seperti gunung.

“Dan ALLAH tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdia kepada-NYA.”

Jin sebagai makhluk ALLAH yang diciptakan lebih dahulu dari manusia memiliki karakter api. Sedangkan manusia memiliki karakter tanah dan air. Baik jin dan manusia memiliki alamnya sendiri, ghaib dan nyata dan keduanya tidak boleh berbaur kecuali atas izin ALLAH. Namun keduanya dalam kehidupan masing-masing dapat saling mendukung dalam mencapai keridha-an ALLAH sebagaimana tembikar, arang, dan air.

Wallaahu ‘alam bish shawab

Tags: , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>