on July 31, 2013 by admin in Risalah, Tafsir, Comments (0)

Lailatul Qadr

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya pada lailatul qadr.
Lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan.
Malam yang padanya para malaikat turun mengatur segala urusan.
Keselamatan padanya sampai diturunkan air (hujan).

Seruan yang ditujukan pada penggalan surat Al-Qadr terutama ditujukan kepada orang-orang yang beriman, yang artinya kemulian lailatul qadr hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang tersimpan iman di dadanya dalam hal ini adalah mereka yang telah berpuasa, mengerjakan amal shalih dan mendekatkan diri pada TUHAN-nya pada malam dan siang hari sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Shiyamu Ramadhan, wahtishaaban, wakhtilaafil-laili wan-nahaar.”

Seseorang yang benar dalam puasa dan amal shalihnya selama bulan Ramadhan akan naik peringkatnya di sisi ALLAH menjadi hamba yang lebih taqwa karen telah teruji keimanannya. Lailatul qadr adalah salah satu buffer (penyangga) utama yang akan memperkuat dan memperkokoh keimanan seseorang dengan segala kelebihan dan keutamaan di sepanjang malamnya.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya pada lailatul qadr.” Kebanyakan mufassir berpendapat bahwa kata -nya yang dimaksud dalam ayat ini adalah Al-Qur’an yang juga turun pada bulan Ramadhan. Namun ada pendapat lain yang mengatakan kalau kata -nya yang dimaksud adalah kelebihan dan keutamaan dari lailatul qadr itu sendiri yang tidak ditemui pada bulan-bulan yang lain. Sehingga disebutkan dalam ayat berikutnya bahwa “Lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan.”

Keutamaan yang diturunkan dalam lailatul qadr itu adalah:
– Terbukanya pintu taubat seluas-luasnya yang dalam beberapa ayat Al-Qur’an disebutkan “seluas langit dan bumi dan bahkan lebih daripada itu”
– Diampuni segala dosa di masa lalu.
– Dikabulkan segala doa dan harapan.
– Dikembalikan kepada fitrah sebagaimana seorang bayi baru dilahirkan.

“Lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan.”
Yang dimaksud dengan seribu bulan di sini adalah perbandingan langsung antara 1 malam khusus (lailatul qadr) dengan segala kelebihan dan keutamaannya yang lebih baik dari seribu bulan atau 30.000 malam.

Pada malam di luar malam-malam Ramadhan, setiap ibadah yang dikerjakan di sepertiga malam terakhir mendapat perhatian khusus dari ALLAH karena kegembiraan IA terhadap hamba-NYA yang menyediakan waktu khusus dari sebagian waktu istirahatnya untuk mendekatkan diri pada-NYA. Pada malam-malam di bulan Ramadhan, setiap ibadah di sepanjang malam akan dinilai berlipat-lipat juga oleh ALLAH karena keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri. Terlebih pada malam qadr, malam yang memiliki seribu keutamaan di atas keutamaan yang lain karena pada saat lailatul qadr seorang hamba dapat berhadapan langsung dengan RABB-nya sehingga segala doa dan harapannya akan dikabulkan ALLaH dan segala dosanya akan diampuni apabila ia memohon taubat dengan sebenar-benarnya.

Tidak ada yang lebih diinginkan oleh setiap orang beriman kecuali bertemu langsung dengan TUHAN-nya dan terkabul segala doa dan permohonannya.

“Malam yang padanya para malaikat turun mengatur segala urusan.”
Pada saat lailatul qadr, semua malaikat yang ada di langit dan bumi akan berkumpul dan bersama-sama berjalan beriringan mendoakan setiap tempat yang didiami oleh orang-orang beriman yang masih terjaga dan mengerjakan amal shalih. Sebagian mereka ada yang mencatat setiap doa dan harapan hamba ALLAH yang meminta dan menengadahkan tangannya untuk kemudian para malaikat itu akan berombongan memohonkan doanya dikabulkan, sebagian ada yang duduk menemani hamba ALLAH yang sibuk dengan kira’ah Qur’an-nya dan memberikan ilmu atas izin ALLAH untuk menambah keimanannya, sebagian ada yang mendampingi hamba ALLAH yang khusyu’ dalam shalatnya, sebagian pula ada yang berjaga-jaga terhadap gangguan syaithan yang akan berusaha sekuat tenaga menghalangi ibadah manusia dengan melempari mereka hingga semua makhluk yang ingkar pada ALLAH itu akan bersembunyi di liang-liang tanah bahkan ekornya pun akan ia tahan agar tak keluar dari lubangnya.

Maha Suci ALLAH dengan kemurahan-NYA terhadap lailatul qadr. Malam tanpa batas dan tanpa kekhawatiran sedikitpun di dalamnya. Ibarat jalan tol yang mulus tanpa hambatan, seorang hamba dapat sepuas-puasnya mendekatkan diri pada TUHAN-nya dan meminta apapun yang diinginkannya.

Dalam suatu hadits disebutkan pula keutamaan lain dari lailatul qadr adalah apabila seorang hamba taubat dengan sebenar-benarnya, ia segala dosa dan maksiyat yang pernah dilakukannya di masa lalu akan dihapuskan sehingga ia akan kembali putih bersih seumpama bayi yang baru dilahirkan. Apabila keesokan hari ajal datang menjemputnya, orang tersebut tanpa hisab akan mendapatkan ganjaran syurga Ad’ni dari TUHAN-nya, ALLAH RABBUL ‘ALAMIIN.

“Keselamatan padanya sampai diturunkan air (hujan).”
Seseorang yang mendapat kesempatan di lailatul qadr akan menjadi tenang jiwanya, keselamatan terhadap dirinya karena ALLAH telah mengampuni segala dosa dan kesalahannya di masa lalu sehingga ia kembali putih bersih seumpama bayi yang baru dilahirkan (fitrah). Bukti dari segala berkah dan rahmat yang ALLAH turunkan pada lailatul qadr ini adalah turunnya air (hujan) yang secara harfiah juga bermakna turunnya berkah dan rahmat ALLAH di muka bumi.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Tags: , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>