on July 29, 2013 by admin in Syariat, Tarbiyah, Comments (0)

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ramadhan adalah salah satu bulan haram dalam penanggalan syar’iah. Di antara bulan haram yang lain, Ramadhan lah yang paling banyak memiliki keistimewaan sehingga kehadirannya juga paling dinanti-nantikan oleh kaum muslimin.

Ramadhan memiliki keistimewaan dari jumlah harinya yang bisa terdiri atas 29, 30, atau 31 hari dengan 29 hari adalah yang paling jarang muncul. Jumlah hari dalam bulan Ramadhan ini ditentukan dengan terbitnya hilal yang menjadi permulaannya meski hanya segaris. Keistimewaan lain yang juga menjadi keutamaan Ramadhan adalah ibadah puasa Ramadhan yang berlangsung sepanjang bulan. Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun dan penanda keIslaman seseorang dan menjadi amalan yang kedua dihitung setelah shalat pada yaumul hisab. Perintah puasa Ramadhan dengan jelas termuat secara tersendiri dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 dan dijelaskan lebih terperinci dalam beberapa hadits shahih Rasulullah SAW, di antaranya adalah:
“Berpuasa Ramadhan lah engkau, dan beramal lah, dan mendekatkan diri pada ALLAH pada malam dan siang hari.”

Puasa Ramadhan memiliki keutamaan-keutamaan di antaranya:

1. Puasa Ramadhan yang dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari merupakan satu-satunya ibadah yang dinilai langsung oleh ALLAH sehingga dalam salah satu hadits qudsi disebutkan, “Puasa itu adalah untuk-KU.”

Maksud dari hadits qudsi di atas adalah puasa Ramadhan adalah satu-satunya ibadah yang dinilai ALLAH sebagai bentuk penghambaan seorang ‘abid kepada RABB-nya yang menjadi bukti ketaatannya atas perintah RABB-nya. Seseorang yang berpuasa Ramadhan dengan kerelaan hatinya menahan lapar, haus, dan segala nafsu (amarah atau syahwat) hingga selesai puasanya karena mentaati perintah ALLAH Ta’ala. Di dalam pelaksanaan puasa ini ALLAH sendiri yang akan menilai bagaimana seseorang dalam puasanya apakah ia berhasil tidak hanya menahan lapar dan haus namun memperoleh lebih dari itu seperti:
– memahami makna menahan hawa nafsu
– merasakan lapar dan haus yang menimbulkan empati terhadap saudara sesama muslim yang selama ini hidup dalam kimiskinan yang diwujudkan dengan menyisihkan sebagian penghasilannya.
– mempererat ukhuwah dan silaturrahmi lewat shalat tarawih berjamaah atau kegiatan lain di masjid.
– mengenali dan memperdalam pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Qur’an lewat tadarus atau tadabbur Qur’an

Hadits “Puasa itu adalah untuk-KU.” juga mencerminkan kebebasan yang dijanjikan ALLAH pada setiap hamba-NYA yang berpuasa untuk dapat meraih kebaikan dan pahala sebanyak-banyaknya dalam setiap amalannya tanpa harus khawatir akan merasa berat dengan segala godaan yang pada hari lain di luar Ramadhan datang merajalela. Hal ini bukan hanya karena manfaat langsung dari menahan nafsu selama berpuasa namun karena telah dijanjikan pula oleh ALLAH bahwa selama Ramadhan berlangsung Syaithan dan anak keturunannya tidak berhak atas manusia sebagaimana ALLAH memperkenankan ia dan anak keturunannya untuk mengganggu dan menyesatkan manusia sejak dari pengusirannya dari syurga yang dikisahkan dalam surat Al-Baqarah ayat 36 dan 38:

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. ( QS. 2 : 36)

“Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. ( QS. 2 : 38)

2. Setiap amalan dalam bulan Ramadhan dilipatgandakan oleh ALLAH nilainya hingga beratus kali lipat. Sehingga suatu amalan yang apabila dalam bulan yang lain bernilai 1 kebaikan akan dinilai menjadi lebih dari seratus kali kebaikan ditambah lagi dengan kebaikan lain yang mengiringi amalannya.

Misalnya seseorang yang bersedekah selama bulan Ramadhan. Tiap rupiah yang ia sedekahkan di luar bulan Ramadhan dinilai dengan 70 kebaikan yang dikalikan dengan 70 lagi kebaikan sehingga tiap rupiah yang ia sedekahkan menghasilkan 4.900 kebaikan. Apabila ia mensedekahkan 100 Rupiah maka ia akan memperoleh 490.000 kebaikan di sisi ALLAH. Pada bulan Ramadhan, orang yang berangkat ke masjid atau ke rumah anak yatim untuk memberikan sedekah akan dihitung amalannya dari mulai ia berniat untuk berangkat bersedekah dengan 1 kebaikan yang dikalikan 100 atau lebih menghasilkan 100 kebaikan untuk niatnya. Ketika ia melangkahkan kaki keluar rumah dengan mengucapkan kalimat “Bismillaahirrahmaanirrahiim.” ALLAH akan menilai setiap huruf yang diucapkannya dengan 1 kebaikan yang akan menghasilkan 17 kebaikan dikali 100 atau lebih menjadi 1.700 kebaikan. Kemudian ketika ia melangkahkan kaki menuju masjid atau rumah anak yatim, setiap langkahnya akan dinilai 1 kebaikan, apabila ia berjalan 100 langkah saja maka ia akan mendapatlan 100 kali 100 kebaikan yaitu 10.000 kebaikan di sisi ALLAH. Demikian pula ketika ia mengucapkan salam ia akan mendapat kebaikan sekian ribu atas salam yang ia ucapkan. Apabila ia memberikan sedekah sebesar 1.000 rupiah saja, ia akan mendapatkan lebih dari 100.000 kebaikan di sisi ALLAH. Sehingga apabila ditotal semua kebaikan yang ia peroleh hanya dengan sedekah 1.000 rupiah tadi, ia akan mendapatkan:
– 100 kebaikan (atau lebih) untuk niatnya
– 1.700 kebaikan (atau lebih) untuk Bismillaahirrahmaanirrahiim
– 10.000 kebaikan (atau lebih) untuk 100 langkah kakinya pergi dan 10.000 untuk pulang menjadi 20.000
– Sekian ribu kebaikan untuk ucapan salam dan silaturrahmi
– 100.000 kebaikan (atau lebih) untuk sedekah 1.000 rupiah nya

Menjadi 121.800 + sekian ribu sampai puluhan ribu kebaikan untuk silaturrahmi yang tidak ternilai jumlah kebaikannya. Maha Pemurah ALLAH dengan segala kasih sayang-NYA.

3. Dalam bulan Ramadhan, di sepertiga terakhirnya akan ada satu malam yang merupakan malam dari seluruh malam yang paling dinanti dan diinginkan oleh setiap orang yang menjalankan puasa Ramadhan. Malam ini dikenal dengan malam qadr (lailatul qadr). Sehingga dari satu bulan hitungan Ramadhan baik 10 hari pertama, 10 hari kedua sampai 10 hari ketiga yang sama nilai keutamaannya, malam ini adalah malam bonus dimana ALLAH membukakan pintu taubat seluas-luasnya bagi hamba-NYA yang benar-benar mengharapkan taufik, hidayah dan ampunan-NYA. Dalam salah satu hadits bahkan disebutkan, pintu taubat ALLAH bagi hamba-NYA seluas langit dan bumi dan bahkan lebih daripada itu.” Sehingga setiap dosa kecil sampai yang terbesar, terlaknat, termaksiyat yang pernah dilakukan seseorang akan diampuninALLAH, masa lalunya yang kelam akan dihapuskan ALLAH catatannya dan akan ALLAH gantikan dengan yang baru. Pada keadaan ini seorang hamba yang mendapatkan lailatul qadr seumpama seorang bayi yang dilahirkan kembali, suci dan bersih dengan fitrahnya.

Adapun kapan waktunya lailatul qadr itu turun memiliki beberapa tanda:
– Muncul di malam-malam yang ganjil pada sepertiga akhir Ramadhan
– Muncul pada pertengahan malam
– Ketika hadirnya malam terasa sangat hening dan lena
– Keesokan harinya langit akan sangat terang dan bercahaya
– Ada kalanya didahului oleh hujan

4. Dalam bulan Ramadhan di masa Rasulullah dan sepeninggalnya banyak terjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satu yang terbesar adalah kemenangan kaum muslimin terhadap kafir Quraisy dalam perang Badar. Perang Badar merupakan perang yang paling sulit yang pernah dihadapi Rasulullah dan kaum muslimin namun pula menjadi perang yang memperlihatkan kebesaran dan pertolongan ALLAH bagi setiap orang yang beriman kepada-NYA. Hal ini terbukti dengan jumlah kaum muslimin yang sangat sedikit namun berhasil mengalahkan pasukan kafir Quraisy sehingga menjadi cerminan bagi setiap muslimin bahwa bulan Ramadhan adalah bulan dimana segala doa dan pertolongan akan dijawab ALLAH dengan segera, bahkan sebelum kita menyadarinya.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Tags: , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>