on July 27, 2013 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Jangan Benci Mengingat Mati

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sesungguhnya setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Setiap makhluk yang diciptakan ALLAH akan merasakan mati. Kematian bukanlah akhir kehidupan melainkan permulaannya. Sebagaimana Rasulullah selalu mengajarkan untuk selalu mengingat kematian dengan ziarah kubur. Ziarah kubur yang dimaksud adalah menyinggahi atau melewati makam keluarga atau sahabat yang telah tiada dan bertafakur mengingat kematian diri dan segala amalan serta dosa yang pernah diperbuat, bukan seperti praktik ziarah kubur yang banyak dilakukan pada masa sekarang dengan menyirami air atau menabur bunga dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an di atas kuburnya. Ziarah kubur diharamkan atas wanita karena fitnah yang akan ditimbulkannya.

Kematian bukanlah akhir kehidupan namun permulaan daripadanya. Kehidupan manusia atau makhluk lainnya selama di dunia yang terhitung dengan tahun hingga ratusan tahun tidak sebanding dengan kehidupan di akhirat. Sebagaimana Rasulullah pula pernah berkata, “Kehidupan di dunia ini hanya sebentar saja. Waktu berlalu bagai kilatan pedang, sedang masa di akhirat amatlah panjang. Satu hari di akhirat hampir sama hitungannya dengan 70 tahun kehidupan di dunia.”

Kematian yang akan ditempuhi oleh setiap makhluk bernyawa ditetapkan ALLAH dengan dua jalan sesuai amal perbuatannya selama di dunia. Kematian yang baik (husnul khatimah) dan kematian dengan jalan yang buruk (su’ul khatimah).

Kematian yang baik adalah jalan yang diinginkan setiap orang dimana ia tidak akan merasakan kesusahan dan beratnya derita kematian ketika nyawa ditarik keluar dari tubuhnya. Orang yang baik jalan kematiannya, dicabut nyawanya dengan sangat perlahan sehingga yang tersisa hanya nafas di tenggorokannya. Orang yang baik jalan kematiannya dapat terlihat seperti orang tidur biasa dan tak sedikitpun kesusahan akan terpancar dari jasadnya. Kematian yang baik hanya akan menjadi kesudahan mereka yang baik amalannya di dunia meski bukan dari golongan ulama.

Kematian yang buruk adalah seburuk-buruk jalan yang ditetapkan ALLAH untuk makhluk-NYA karena amal perbuatannya selama hidup di dunia juga buruk. Ingkar pada ALLAH dan tidak pernah mengibadahi-NYA, akrab dengan dosa besar (dan dosa kecil), tidak menunaikan kewajiban dalam perihal agama dan kehidupannya, dan perbuatan-perbuatan lain yang menimbulkan murka serta kebencian ALLAH pada dirinya. Kematian yang buruk menjadi cermin awal kehidupan seseorang di akhirat kelak.

Ketika nyawa ditarik keluar dari tubuhnya, ia akan merasakan sakit yang tak terperi tandingannya. Jantungnya seperti diremuk palu godam, nafasnya teramat berat dan segala ketakutan yang ada di dunia akan terkumpul dalam hatinya. Takut akan kematian di depan matanya dengan ia menyaksikan sendiri perlahan-lahan ruh dicabut dari tubuhnya. Takut akan kehidupan setelah kematian yang ia sudah diberi gambaran di depan pelupuk matanya. Segala dosa dan maksiyat yang pernah diperbuat pula akan ditayangkan kembali di hadapannya. Pada tahap ini tubuh tersebut akan menangisi kehidupan masa lalunya sehingga sering kita dapati orang yang menangis atau basah matanya pada saat sakratul maut. Namun air mata atau meronta-ronta pula tidak ada lagi artinya, ketetapan ALLAH pasti berlaku dan tidak ada pengunduran sedikitpun di dalamnya.

Dalam perkembangan dan kemajuan zaman saat ini, segala jenis penyakit selalu dikembangkan pengobatannya. Namun pada prinsipnya penyakit yang diderita setiap manusia adalah akibat perbuatannya sendiri. Seperti seorang pemabuk yang berakhir dengan gangguan lever yang parah yang akan berhujung pada kematian dengan keadaan yang juga sesuai dengan jalan pilihannya. Seperti seorang hartawan yang tidak suka bersedekah atau menyisihkan sebagian hartanya, yang selalu menggantungkan perutnya pada belanga nya akan berakhir dengan penyakit jantung atau gangguan metabolik lain, juga akan berhujung pada kematian yang sesuai dengan jalan pilihannya.

Kematian bukanlah akhir kehidupan namun permulaan daripadanya. Dan kematian yang baik adalah harapan setiap makhluk bernyawa.
Wallaahu ‘alam bish shawab.

Tags: , , , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>