on July 20, 2013 by admin in Tafsir, Tarbiyah, Comments (0)

Tela’ah : Karakteristik Taqwa Menurut QS. Al-Baqarah : 2 – 5

Bismillaahirrahmaanirrahiim

“Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”
“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
“dan mereka beriman kepada kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan yang sebelum kamu, serta mereka meyakini akan adanya (kehidupan) akhirat.”
“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari TUHAN mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

Al-Baqarah merupakan kumpulan ayat (surat) kedua dari Al-Qur’an yang diawali dengan “Alif Lam Mim”. Sebagian ulama berpendapat bahwa “Alif Lam Mim” ini mewakili kata ilmu sehingga sebagian besar kandungan surat Al-Baqarah memuat ilmu dan pelajaran yang lebih banyak dibandingkan surat-surat lain dalam Al-Qur’an.

Ayat kedua dan seterusnya sampai kelima dari permulaan surat Al-Baqarah memberikan keterangan yang sangat jelas dan terperinci mengenai orang yang bertaqwa. Sebagaimana diurutkan kalimat per kalimat, pada rangkaian ayat itu disebutkan bahwa orang yang bertaqwa memiliki ciri:

Beriman kepada yang ghaib. Yang dimaksud dengan yang ghaib pada ayat ini adalah ALLAH dan kemuliaan Dzat-NYA yang Maha Ghaib. ALLAH yang Maha Ghaib namun juga Wujud (Ada) dalam kemuliaan Dzat-NYA.

Mendirikan shalat. Shalat merupakan pembeda antara seorang muslim dan seorang kafir. Shalat merupakan perintah ALLAH yang utama dan pertama akan dihitung di akhirat sebagaimana fungsinya sebagai lambang keta’atan seorang hamba pada RABB-nya.

Menafkahkan sebagian rezekinya. Menafkahkan sebagian rezeki yang dimaksud pada ayat ini dapat mencakup infak, sadaqah dan zakat yang memiliki pengaturan tersendiri, yang akan dijelaskan pada ayat dan surat yang lain. Infak, sadaqah dan zakat secara langsung akan membina tali silaturrahmi dan memperkuat ukhuwah kaum muslimin.

Beriman kepada kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan yang sebelum kamu. Kitab memiliki makna yang luas mulai dari kitab (buku), kitab (kumpulan), kitab (perkataan), kitab (ketentuan). Kata “kitab” yang digunakan pada bagian ayat ini dapat bermakna kitab Al-Qur’an itu sendiri yang merupakan kumpulan wahyu Illahiyah dan dapat pula bermakna kitab (perkataan) atau kitab (ketentuan) ALLAH sebagai RABBUL ‘alamin yang Maha Berkehendak.

Meyakini akan adanya (kehidupan) akhirat. Yakin akan kehidupan hari akhir atau beriman akan hari akhir (yaumul qiyamah) merupakan salah satu bagian iman sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits shahih, salah satunya mengenai percakapan Rasulullah dengan seseorang yang bertanya padanya yang ternyata adalah malaikat Jibril.

Muslim meriwayatkan dari Umar, dia berkata: Tatkala kami tengah duduk bersama Rasulullah SAW tiba-tiba datang seorang lelaki mengenakan pakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak tampak padanya tanda-tanda bahwa dia seorang yang sedang safar, dan tak ada seorang pun dari kami yang mengenali orang tersebut. Dia lalu duduk di hadapan Nabi dengan menempelkan lututnya ke lutut beliau dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas paha beliau. Setelah itu dia bertanya, “Wahai MUhammad, tolong beritahukan kepadaku apa itu Islam?” Rasulullah lalu menwajab, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ILLAH yang berhak untuk diibadahi kecuali ALLAH, dan bahwa Muhammad adalah utusan ALLAH, engkau mendirikan shalat, engkau menunaikan zakat, engkau berpuasa pada bulan Ramadhan, dan engkau berhaji ke Baitullah jika mampu.” Dia berkata, “Engkau benar.” Kami merasa heran sebab dia bertanya namun dia pula yang membenarkannya. Dia berkata lagi, “Tolong beritahukan kepadaku apa itu iman?” Rasulullah menjawab, “Iman adalah engkau beriman kepada ALLAH, malaikat-NYA, kitab-NYA, rasul-NYA, dan hari akhir, dan engkau beriman kepada qadar-NYA.” Dia pun lalu berkata, “Engkau benar.”

Kelima ciri orang bertaqwa menurut rangkaian ayat di atas merupakan pedoman bagi seorang muslim yang apabila diikuti akan selalu mendapat petunjuk ALLAH dan janji-NYA sebagaimana disebutkan pada ayat berikutnya:
“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari TUHAN mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

Namun ada kalanya predikat tertinggi yang menjadi dambaan setiap orang beriman ini terasa sangat susah untuk dicapai. Kekurangfahaman akan ajaran Islam dan amalan yang belum sempurna sering menjadi hambatan yang menjadikan seorang pribadi muslim selau merasa masih sangat jauh untuk mencapai taqwa. ALLAH Subhanahu wa Ta’Ala, sebagaimana yang IA janjikan pada ayat kelima surat di atas telah memberikan petunjuk-NYA pula yang menjadi satu-satunya jalan yang harus ditempuh yaitu:

“Hai manusia, sembahlah TUHAN-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa.” (QS. 2: 21)

Maha Suci ALLAH dan Maha Pemurah IA atas petunjuk dan hidayahnya.
Wallaahu ‘alam bish shawab.

Tags: ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>