on May 27, 2013 by admin in Aqidah, Tauhid, Comments (0)

Memahami ALLAHU AKBAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Mempelajari dan memahami sifat dan nama-nama ALLAH adalah bagian dari ajaran tauhid. Sebagaimana mempelajari dan memahami sifat ALLAH, mempelajari dan memahami nama-nama ALLAH akan menjadi sukar apabila kita tidak memahami hakikat diri kita sendiri. Bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan ALLAH dengan akal yang terbatas dari apa yang ia lihat, dengar, rasa, dan pelajari. Manusia adalah makhluk yang ALLAH ciptakan dengan keterbatasan untuk lebih mempercayai sesuatu yang wujud (berbentuk) daripada ghaib terlebih bila dikuatkan dengan bukti-bukti. Karena itu akan menjadi sukar apabila kita hendak mempelajari dan memahami sifat dan nama-nama ALLAH apabila kita terpaku pada keterbatasan tersebut, karena akal kita akan mencari contoh yang sebanding untuk lebih memudahkan ia dalam memahami hal tersebut sementara ALLAH adalah satu-satunya zat yang tidak ada pembandingnya, tidak ada yang menyerupai-NYA dan tidak ada satupun yang setara dengan IA.

ALLAHU AKBAR adalah salah satu dari sifat ALLAH, ALLAHU AKBAR yang bermakna ALLAH Maha Besar tentu akan sulit kita pahami karena akal kita akan selalu mencari pembanding terhadap sebesar apa ALLAH itu. Apakah ALLAH lebih besar dari bumi? Sementara bumi berada dalam tatanan galaksi. Apakah ALLAH lebih besar dari galaksi? Sementara galaksi pula tersusun berlapis-lapis. Sebesar apakah ALLAH itu sehingga dengan mengetahui dan memahami kebesaran-NYA akan bertambah keimanan kita terhadap Zat-NYA? Pertanyaan ini akan tetap tidak terjawab dan menyulitkan akal kita sendiri untuk memahaminya apabila kita tetap mencari-cari pembanding sebesar apa ALLAHU AKBAR itu, karena untuk memikirkan susunan galaksi saja mungkin tidak semua orang bisa dan memiliki ilmu akan itu. Sehingga pada akhirnya, pemahaman kita mengenai sifat ALLAH yang utama ini akan berbekas hanya pada ucapan lisan saja.

Untuk memahami ALLAHU AKBAR, ALLAH Maha Besar, sebagaimana yang telah dijelaskan pada beberapa artikel terdahulu, kaidah pertama dan utama yang harus kita ingat adalah jangan mencari pembanding ALLAH dengan apapun yang ada di langit maupun di bumi. ALLAH adalah Pencipta (KHALIK) sementara apapun yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan-NYA (makhluk) sehingga tidak akan pernah ada pembanding atau pengandaian yang pantas untuk itu. Kaidah kedua yang harus kita ingat adalah, untuk mengetahui sebesar apa ALLAHu AKBAR itu adalah dengan melihat segala yang ada di sekitar kita, baik yang ada di langit maupun yang ada terhampar di bumi, ALLAHU AKBAR adalah TUHAN yang menciptakan itu semua, sebesar dan sekuat apapun benda itu, yang menciptakannya (ALLAH) pasti Maha Sempurna daripada ciptaan-NYA.

Untuk memahami ALLAHU AKBAR, ALLAH Maha Besar, hal yang harus kita ingat adalah ALLAHU AKBAR terkait dengan ALLAH sebagai TUHAN (RABB) yang Maha Kuasa. TUHAN (RABB) yang Maha Kuasa berarti TUHAN yang paling keras azab-NYA, paling berhak dan berkehendak atas makhluk-NYA, sehingga ALLAHU AKBAR adalah ALLAH yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, ALLAH yang Maha Kuat, ALLAH yang paling keras siksa dan azab-NYA, sehingga pemahaman ALLAHU AKBAR adalah ALLAH yang Maha Kuasa dan ALLAH yang paling keras azab-NYA akan mendatangkan rasa takut pada diri kita yang akan berbekas pada iman dalam hati kita.

ALLAHU AKBAR, ALLAH Maha Besar, ALLAH yang Maha Kuasa, ALLAH yang paling keras azab-NYA adalah ALLAH yang Maha berkehendak atas segala sesuatu. Karena itu, pemahaman kita akan rangkaian ALLAHU AKBAR – ALLAH Maha Kuasa – ALLAH yang paling keras azab-NYA, dengan ALLAH yang Maha berkehendak akan mendatangkan harap dalam hati kita. Harap akan perhatian-NYA, harap akan pertolongan-NYA, dan harap akan perlindungan-NYA. Takut dan harap yang muncul dalam pemahaman sifat ALLAHU AKBAR ini adalah salah satu dari ciri orang yang baik tauhidnya.

Wallaahu ‘alam bish shawab

Photo credit: https://sphotos-a.xx.fbcdn.net

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>