on March 5, 2013 by admin in Aqidah, Tarbiyah, Comments (0)

Iman kepada malaikat, mengenal sifat dan karakteristiknya

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Salah satu rukun iman yang menjadi landasan beriman seorang muslim adalah yakin akan adanya malaikat. Malaikat adalah makluk ciptaan ALLAH yang mempunya fungsi tersendiri sesuai dengan maksud penciptaanNYA. ALLAH berfirman dalam AlQur’an surat Al-Hadid ayat 4:

“DIA lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Kemudian DIA bersemayam di atas ‘Arsy. DIA mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan DIA bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan ALLAH Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Pada ayat lain dalam surat Al-Baqarah (ayat 30-34) dan Al-A’raf (ayat 11):

“Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya AKU hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi,” Maka para malaikat berkata, “Mengapa ENGKAU hendak menjadikah khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa memuji ENGKAU dan mensucikan ENGKAU. ALLAH berkata, “Sesungguhnya AKU mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,”


“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam) lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.”

Pada beberapa ayat di atas disebutkan mengenai keberadaan malaikat. Meskipun di dalam AlQur’an tidak ada ayat yang menerangkan proses penciptaan malaikat, namun dalam penciptaan langit dan bumi yang disebutkan pada surat Al-Hadid ayat 4 di atas, bahwa ketika ALLAH menciptakan langit sebelum bumi, ALLAH melengkapinya dengan berbagai isi langit termasuk juga para hambaNYA yang melaksanakan perintahnya (penduduk langit) yaitu para malaikat dan jin ketika itu. Pada masa penciptaan yang pertama dalam berbagai kitab diterangkan bahwa pada mulanya jin yang diciptakan sebagai makhluk kedua setelah malaikat pernah menduduki langit dan dapat pula berdiam di bumi. Namun setelah keingkaran Iblis yang ingkar dan tidak mau sujud (menghormati) Adam, Iblis dan keturunanya dilemparkan ALLAH dari kehidupan langit untuk seterusnya hidup bersama-sama manusia dan makhluk ciptaan ALLAH lainnya di muka bumi.

Malaikat sebagai makhluk yang pertama diciptakan ALLAH disebutkan tercipta dari cahaya dan memiliki berbagai macam bentuk, ukuran dan tidak berjenis laki-laki maupun perempuan. Karakteristik malaikat yang banyak dibahas dalam AlQur’an adalah keberadaan mereka, sifat-sifat mereka, nama-nama dan tugas mereka serta hal-hal yang mereka sukai dan benci yang berhubungan dengan keberlangsungan kehidupan dunia dan akhirat. Adapaun karakteristik para malaikat tersebut adalah:

1. Berjalan dalam saf-saf (rombongan) sebagaimana yang disebutkan dalam AlQur’an surat Ash-Shaaffaat ayat 1-3:

    “Demi rombongan yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya,”
    “Dan demi rombongan yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan maksiyat)”
    “Dan demi rombongan yang membacakan pelajaran”

2. Memiliki tugas masing-masing sesuai dengan penciptaannya, di antaranya dijelaskan dalam:

    “Dan malaikat yang menyebarkan rahmat dengan seluas-luasnya,” (QS. Al-Mursalat ayat 3)
    “Dan malaikat-malaikat yang membedakan antara yang hak dan yang bathil dengan sejelas-jelasnya,” (QS. Al-Mursalat ayat 4)
    “Dan malaikat-malaikat yang menyampaikan wahyu,” (QS. Al-Mursalat ayat 5)
    “Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan keras,” (QS. An-Nazi’at ayat 1)
    “Dan malaikat-malaikat yang mengatur urusan dunia,” ((QS. An-Nazi’at ayat 5)

3. Memiliki nama-nama seperti malaikat Jibril, Mikail, Israil, Israfil, Izrail, yang juga beberapa di antara mereka sering disebutkan dalam Al-Qur’an terutama malaikat Jibril sebagai penghulu segala malaikat yang juga bertugas menyampaikan wahyu dan kalimat ALLAH bagi para utusanNYA.

4. Teramat patuh dan ta’at pada ALLAH dan sebagai satu-satunya makhluk ALLAH yang tidak pernah ingkar sejak dari mula penciptaanNYA.

    “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam) lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.”

    Namun demikian para malaikat ini juga merupakan makhluk ciptaan ALLAH yang paling banyak bertanya terhadap setiap kalimat ALLAH namun bukan untuk membantah-NYA. Sebagaimana yang disebutkan dalam AlQur’an surat Al-Baqarah ayat 30-34 mengenai penciptaan Adam a.s

    “Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya AKU hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi,” Maka para malaikat berkata, “Mengapa ENGKAU hendak menjadikah khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa memuji ENGKAU dan mensucikan ENGKAU. ALLAH berkata, “Sesungguhnya AKU mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,”

5. Teramat sangat membenci kemunkaran dan teramat sangat mencintai amalan orang-orang shaleh. Sehingga pada dua masa akan berkumpulnya mereka dan naik ke langit setelah menjalankan tugas harian mereka, mereka ketika mendapati tiap kemunkaran akan mengutuki kemunkaran itu dan secepat kilat mereka akan terbang meninggalkan pelaku kemunkaran itu karena bencinya. Sebaliknya ketika mereka mendapati tiap orang yang beramal dengan ikhlas mengharap ridha Tuhan-nya, para malaikat ini akan bersama-sama dalam saf nya mendoakan orang shaleh tersebut dan enggan meninggalkannya jika saja tidak sampai waktunya mereka harus kembali ke langit untuk melaporkan apa-apa yang mereka dapatkan dan temukan pada satu hari perjalanan mereka di dunia.

6. Karakteristik lainnya adalah membenci bunyi-bunyian yang berdentang dan bergenderam seperti bunyi lonceng gereja, bunyi jam yang memiliki lonceng (seperti clock tower), bunyi gendang yang ditabuh berulang-ulang dan dalam jumlah yang banyak, serta berbagai bunyi-bunyian serupa yang pada hakikatnya memekakkak telinga dan bersuara seperti bergemuruh. Hal ini dikarenakan malaikat memiliki pendengaran yang sangatlah tajam (sehingga mereka dapat mendengar setiap orang yang berdoa meskipun berbisik) dan sebagian dari mereka tidak menyukai dan takut akan bunyi gemuruh yang seolah-olah mengingatkan mereka ketika muncul murka ALLAH di muka bumi dengan adanya bencana seperti gunung meletus, petir yang bersahut-sahutan. Meskipun malaikat adalah makhluk ALLAH yang paling dekat keberadaannya di sisi ALLAH, paling patuh dan paling ta’at, mereka juga merupakan makhluk yang paling teramat takutnya akan murka ALLAH. Sehingga disebutkan dalam sebuah hadits qudsi apabila salah seorang di antara mereka hendak bertanya pada ALLAH dan mereka tidak berada dalam saf nya, teramat sangatlah takutnya ia sehingga ia akan berangkat menemui Jibril dan meminta Jibril untuk menanyakan hal itu pada ALLAH. Kononlah lagi apabila mereka melihat dan menyaksikan sendiri kemurkaan ALLAH. ALLAHU ‘alim.

Dengan mengetahui sedikit ilmu mengenai malaikat ini hendaknya kita dapat memperoleh hikmah dan pelajaran. Sebagaimana dalam sehari-hari apabila kita berdoa dan ingin doa serta harapan kita terijabah dengan para malaikat yang ikut mendo’akan atau meng-aminkan do’a kita, semestinya kita bisa memperhatikan hal-hal yang menjadi karakteristik malaikat ini. Sebagaimana juga dalam penyelenggaraan majelis-majelis zikir seperti pengajian mingguan atau majelis taklim hendaklah kita menghindari untuk mengadakan hiburan dengan bunyi-bunyian seperti rebana atau tabuhan gendang yang bertalu-talu yang akan menyebabkan para malaikat yang mestinya ikut hadir mendoakan majelis zikir yang kita adakan malah menjauh dan tidak ikut mendo’akan kemaslahatan dalam acara yang kita laksanakan. Walaahu ‘alam bish shawab.

Tags: , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>