on March 4, 2013 by admin in Tarbiyah, Tilawah, Comments (0)

Beberapa keunikan tata bahasa dalam AlQur’an dan makna di dalamnya

Bismilaahirrahmaanirrahiim

AlQur’an sebagai kalam Illahiyah menggunakan tata bahasa yang unik yang memiliki kandungan makna tersendiri dalam setiap rangkaian ayatnya. Keunikan tata bahasa dan susunan ayat itu ada yang bermaksud sebagai penegasan, pengkhususan, peringatan dan berita-berita besar yang ingin disampaikan kepada pembacanya. Misalnya, setiap ayat yang dimulai dengan kalimat  “Maa adraaka?”  seperti dalam QS. Al-Balad ayat 12:

“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?”

 

Atau yang disebutkan dalam QS. At-Thariq ayat 2:

“Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?”

 

Atau yang disebutkan dalam QS. Al-Muhaffifiin ayat 18:

“Tahukah kamu apa ‘illliyiin’ itu?”

 

Atau yang disebutkan dalam  QS. Al-infithar ayat 17, yang juga merupakan kalimat dengan “maa adraaka” paling banyak disebutkan dalam AlQur’an:

“Tahukah kamu apa hari pembalasan itu?

 

Setiap kalimat dengan susunan “maa adraaka” atau “wa maa adraaka” dalam AlQur’an dimaksudkan untuk si pembaca dapat berfikir dan merenungkan peristiwa-peristiwa yang dimaksudkan dalam ayat tersebut. Sepeti ‘aqamah’ (jalan yang mendaki lagi sukar),  ‘ath-thaariq’ (yang jatuh malam hari), ‘illiyiin’ (kitab yang sampai saat ini banyak penafsiran tentangnya), dan ‘qiyamah’ (hari pembalasan). Peristiwa-peristiwa ataupun perihal yang disebutkan dalam beberapa ayat tersebut (dan ayat-ayat lain dengan awal kalimat “maa adraaka”) merupakan peristiwa atau perihal besar yang dalam penelusuran fikr nya akan membawa si pembaca semakin mengenal zat ALLAH sebagai Rabb dan Khalik yang Maha Menciptakan, Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu yang ada di langit-bumi, yang ada dalam kehidupan dunia dan kehidupan di akhirat.

Salah satu keunikan lain dalam tata bahasa Al-Qur’an adalah penggunaan kata “sabbaha dan tabaraka” yang keduanya sama-sama mengandung arti “sembahlah” dan atau “murnikanlah” sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an di permulaan surat Al-A’la dan surat Al-Mulk:

“Sucikanlah nama Tuhan-mu yang Maha Tinggi”

 

 “Maha Suci ALLAH Yang di genggaman NYA segala kerajaan, dan DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu,”

 

Baik “sabbaha” maupun “tabaraka” adalah sama-sama jenis kalimat peng-agungan terhadap ALLAH sebagai Rabbul ‘alamin. Sabbaha yang berarti “sucikan” atau “kami mensucikan” dalam konseptual peletakannya dalam kalimat mengandung makna penyucian dan pengagungan terhadap zat ALLAH itu sendiri yang Maha Ghaib, Maha Besar, Maha Tinggi, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sehingga ia sepadan dengan kalimat, “Subhanallah,” yang berdiri sendiri namun dimaksudkan terhadap penyucian dan pengagungan zat ALLAH sebagai Rabbul ‘alamin yang Maha Ghaib, Maha Besar, Maha Tinggi, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sedangkan “tabaraka” yang berarti “mensucikan” atau “mengagungkan” dalam konseptual peletakannya dalam kalimat mengandung penyucian dan pengangungan terhadap ALLAH sebagai Khalik (Pencipta) yang Maha Berkehendak terhadap sesuatu serta Maha Berkuasa terhadap segala ciptaan-NYA. Kalimat “tabaraka” ini pula akan lebih mudah kita fahami maknanya apabila diikuti dengan pemuji-an kita terhadap segala ciptaan ALLAH yang Maha Sempurna dan tiada cela. Sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa ayat dalam surat Al-Mulk setelah awal kalimatnya, “Tabarakahllaahu biyadihil mulk,” Bahwa ALLAH menciptakan hidup dan mati, menciptakan langit tujuh lapis, dan tiap ciptaan ALLAH itu selalu seimbang lagi tiada cela.

Kedua kalimat ini meskipun kelihatannya sederhana namun apabila kita renungi makna kandungannya dalam ayat yang dimaksud akan dapat menambah kedekatan kita pada ALLAH demi pengenalan kita terhadap ALLAH dan mempertajam kefahaman kita terhadap tauhid ‘ila ALLAH.

Segala yang ALLAH turunkan dalam kalimat (perkataan) NYA dalam Al-Qur’an tentulah ada maksud dan tujuannya. Dan di antara tujuannya itu adalah demi kemaslahatan manusia dan makluk ciptaan-NYA. Semoga kita termasuk orang yang dapat mengambil pelajaran, meskipun terlihat sedikit namun dapatlah ia  menjadi banyak.

Wallaahu’alam bish shawab.

 

Tags: , , , , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>