on September 7, 2012 by admin in Aqidah, Risalah, Tauhid, Comments (0)

Mengenal ALLAH: Seruan dan Pujian yang disukaiNYA

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Mengenal ALLAH (ma’rifatullah) bukanlah hal yang sukar apabila kita selalu ingat akan kedudukan kita sebagai makhluk dan hambaNYA. Mengenal ALLAH akan menjadi lebih mudah apabila kita memaksimalkan fungsi akal, pendengaran, penglihatan dan hati yang ALLAH berikan kepada kita sebagai modal dalam menjalani bahtera kehidupan di dunia.

ALLAH sebagai RABB semesta alam dan ALLAH sebagai KHALIK sangat menyukai apabila hambaNYA mengingat dan menyeruNYA dengan panggilan dan pujian yang baik. Sebagaimana banyak sekali dicontohkan di dalam Al-Qur’an yang hampir 90% memuat mengenai tauhid, beberapa panggilan dan pujian yang disukai ALLAAH di antaranya adalah:

  • “Sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (inna-ALLAAHu ghafuururrahhim) – QS. Al-Baqarah: 173
  • “Dan ALLAH Maha Luas karuniaNYA lagi Maha Mengetahui” (wa-ALLAAHu waasi’un ‘aliim) – QS.Al-Imran: 73
  • “Maka sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Kuasa” (pa-inna-ALLAAHu kaana ‘afuwwan qadiira) – QS. Annisa: 149
  • “Sesungguhnya ALLAH Maha Perkaasa lagi Maha Bijaksana” (inna-ALLAAHu ‘aziizun hakiim) – QS. Al-Anfal: 10
  • “Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu”) (inna-ALLAAHu bikulli syai-in ‘aliim) – QS. Al-Anfal: 75
  • “Dan ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu” (wa-ALLAAHu ‘ala kulli syai-in qadiir) – QS. At-Taubah: 39
  • “Sesungguhnya ALLAH menyaksikan segala sesuatu” (inna-ALLAAHu ‘ala kulli syai-in syahiid) – QS. Al-Hajj: 17
  • “Sesungguhnya ALLAH benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (inna-ALLAAHu laqawwiyun ‘aziiz) -QS. Al-Hajj: 40
  • “Dan sesungguhnya ALLAH adalah sebaik-baik pemberi rezeki” (wa-inna-ALLAAHu lahuwa khairurraaziqiin) -QS. Al-Hajj: 58
  • “Dan sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun” (wa-inna-ALLAAHu la’aliimun haliim) -QS. Al-Hajj: 59
  • “Bahwasanya ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (wa-inna-ALLAAHusamii’un bashiir) -QS. Al-Hajj: 61
  • “Sesungguhnya ALLAH Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (wa-inna-ALLAAHu lahuwal ghaniyyul hamiid) -QS. Al-Hajj: 64
  • “Dan ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (wa-ALLAAHu samii’un ‘aliim) -QS. An-Nur: 21
  • “Dan ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (wa-ALLAAHu ‘aliimun hakiim) -QS. An-Nur: 59
  • “Sesungguhnya ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (inna-ALLAAHu samii’unbashiir) -QS. Luqman: 28
  • “Sesungguhnya ALLAH Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” (wa-inna-ALLAAHu huwal ‘aliyyul kabiir) -QS. Luqman: 30
  • “Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (inna-ALLAAHu ‘aliimun khabiir) -QS. Luqman: 34
  • “Dan adalah ALLAH Maha Mengawasi segala sesuatu” (wa-kana-ALLAAHu ‘ala kulli syai-in rakiiba) -QS. Al-Ahzab: 52
  • Dan sesungguhnya ALLAH, ilmu-NYA benar-benar meliputi segala sesuatu”(wa-inna-ALLAAHu qad ahaata bikulli syai-in’aliima) -QS. Ath-Thalaq: 12

Dalam setiap gerakan shalat, beberapa seruan dan pujian ALLAH ini pun kita lafadzkan berulang-ulang, seperti ALLAAHU Akbar dan Sami’ALLAAHu liman hamidah, yang keduanya berisi seruan kita terhadap ALLAH, RABB yang Maha Besar dan pujian serta peringatan terhadap diri kita sendiri bahwa ALLAH Maha mendengar.

Ketika kita berdoa, baik dalam shalat ataupun di luar shalat, hendaknya panggilan dan pujian ALLAH seperti yang di atas pula kita sertakan dalam rangkaian doa kita. Sesuai dengan keinginan kita sebagai hambaNYA dengan penuh harapan agar doa kita dapat terkabul. Misalnya ketika kita memohon ampun pada ALLAH atas segala dosa dan kekhilafan kita di hari kemarin, dengan hati yang tunduk dan niat yang bersih untuk tidak mengulangi lagi perbuatan ma’siyat di hari kemarin itu, rangkaian doa dan permohonan ampun kita pada ALLAH dapat dimulai dengan seruan ALLAH yang Maha Pengasih dan Penyayang (Ya ALLAH, Ya Rahman wa Rahim), ALLAH yang Maha Pengampun (Ya ALLAH, Ya Ghafuur), ALLAH yang Maha menerima Taubat, ALLAH yang Maha mendengarkan permintaan hamba-NYA, ALLAH yang mengabulkan doa-doa, dan seterusnya dapat dilanjutkan dengan curahan hati kita atas kekhilafan di hari kemarin. Demikian pula halnya jika kita memohon diberikan rezeki pada ALLAH dan dibukakan pintu-pintu terhadapnya, rangkaian doa kita dapat dimulai dengan seruan dan pujian ALLAH yang Maha Pengasih dan Penyayang (Ya ALLAH, Ya Rahman wa Rahim), ALLAH yang Maha melihat dan Maha Mendengar, ALLAH yang Maha Mengabulkan doa-doa, ALLAH yang Maha Pemurah, ALLAH yang Maha memberi rezeki, dan seterusnya dapat dilanjutkan dengan harapan kita akan kelapangan dan kemudahan dalam mencari rezeki.

Seruan dan pujian hambaNYA baik dalam bentuk zikir, doa ataupun bacaan yang dilafadzkan dalam shalat sangatlah disukai ALLAH. Apalagi ketika kita menyebutnya dengan penuh harap, cemas, dan atau takut akan ditinggalkan atau diterlantarkan oleh ALLAH yang sangat menyukai apabila hambaNYA benar-benar merasa penuh ketergantungan akan keberadaannya sebagai KHALIK.

Di antara segala seruan dan pujian terhadap ALLAH, ada beberapa seruan dan pujian yang sangat disukainya, yang apabila kita sering menyebut dan menyertakannya dalam setiap doa, ALLAH dengan sifat Ar-rahman wa-Rahiim nya (Pengasih dan Penyayang) akan tidak “sampai hati” untuk membiarkan hambaNYAtersebut. Seruan dan panggilan yang dimaksud adalah:

  • ALLAH, ya ALLAH
  • ALLAH, ya Rahman ya Rahiim
  • ALLAH yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu
  • ALLAH yang Maha Menentukan/Berkehendak
  • ALLAH, ya Kariim

Wallaahu ‘alam bish shawab

Tags: , , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>