on November 21, 2011 by admin in Aqidah, Tafsir, Comments (0)

Telaah: Surat Al-Imran 1-5

Bismillaahirrahmaanirrahiim

1. Alif Lam Mim
2. Allah, Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Ia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya.
3. Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
4. sebelum (Al-Qur’an) menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
5. Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.

Surat Al-Imran dalam susunan Al-Qur’an adalah surat yang ketiga. Pada ayat pertama sampai kelima mengandung inti ketauhidan ALLAH dan menjelaskan sekilas mengenai Al-Furqaan dan Al-Qur’an sebagai Kitabullah yang diturunkan kepada manusia yang membenarkan kitab yang terdahulu (Taurat dan Injil).

(1) Alif Lam Mim
Alif Lam Mim (Maha Suci ALLAH dengan kesempurnaan Ilmu-NYA) dapat dibaca sebagai ilmu, maka selaiknya sebuah kitab susunan ayat-ayat yang dimuat dalam rangkaian surat ini pula mengandung ilmu.

(2) ALLAH, Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan IA. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-NYA. Pada ayat ini terkandung ajaran tauhid mengenai ALLAH sebagai KHALIK yang menciptakan alam semesta beserta isinya serta ALLAH sebagai RABB yang tidak satupun selain IA berhak disembah.

(3) Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
Sesungguhnya Al-Qur’an sejatinya adalah kumpulan risalah ISLAM yang bersih dan terjaga dari tangan manusia. Selaiknya Taurat yang disusun pada zamannya, mengandung ajaran Ilahiyah yang mengajak manusia ke agama yang lurus (diinul qoyyimah), Al-Qur’an pula merupakan susunan ajaran yang dibawa dan disebarkan oleh Rasulullah (SAW) yang dibakukan pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Namun pertanyaannya kemudian dalam telaah ini adalah, “Apakah Al-Qur’an membenarkan Injil yang diturunkan sebelumnya?” Baik perjanjian lama maupun perjanjian baru memuat ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an, dari konsep ketuhanan (meskipun perjanjian lama menyebutkan Isa sebagai nabi, pula tetap mengakui kalau Isa adalah Tuhan, ambiguitas perjanjian lama/red) sampai ajaran-ajaran yang termuat di dalamnya tidak seiring dan sejalan dengan Al-Qur’an. Jika kita menafsirkan ketidaksamaan ajaran ini karena Injil diturunkan untuk bani Israil sedangkan Al-Qur’an adalah untuk seluruh ummat manusia, paling tidak konsep ketuhanan/ketauhidan ALLAH yang menjadi inti Al-Qur’an mestinya adalah berkonsep sama.

(4) sebelum (Al-Qur’an) menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
Pada berbagai ceramah agama, banyak ulama yang menyampaikan kalau Al-Qur’an memiliki banyak nama. Sebagian ada yang berpendapat AlQur’an adalah nama yang paling baik untuk kumpulan risalah yang dibawakan Rasulullah (SAW), sementara sebagian ulama kelas kacang pula dalam da’wahnya secara gamblang menyebutkan kalau Al-Qur’an memiliki nama lain yaitu: Al-Kitab, As-Syifa, Al-Furqaan, At-Taurat, Kitab yang lurus (Kitabun qoyyimah) yang dikutip secara literali sesuai dengan terjemahan baku dari ayat-ayat Al-Qur’an itu sendiri. Sebagaimana pada ayat ke-4 dalam surat ini. Disebutkan, sebagaimana di atas, “Dia menurunkan Al-Furqaan” yang secara harfiyah artinya adalah pembeda. Al-furqaan atau pembeda ini dimaksudkan untuk pembeda antara yang baik dan yang buruk, yang hak dan yang bathil. Karena itu pula menjadi berdasar jika segolongan ulama kacang tadi mengambil kesimpulan kalau Al-Qur’an memiliki nama lain sebagai Al-Furqaan yang berfungsi sebagai pembeda antara yang baik dan yang buruk serta yang hak dengan yang bathil.

Al-Qur’an sendiri apabila kita baca dan telaah maknanya (melalui tinjauan tafsir misalnya) memuat beberapa perkara yaitu:
1. Ketauhidan ALLAH
2. Ajaran samawi, misal anjuran menikah, panggilan berjihad
3. Hukum-hukum, misal hukum qisash, hukum jual beli
4. Risalah orang terdahulu, misal risalah nabi yusuf, risalah al-kahfi
5. Berita ghaib (termasuk hari kiamat)

Semua yang termuat di dalam Al-Qur’an mengandung lima perkara tersebut dan tidak satupun isi dan kandungan dalam Al-Qur’an yang mengajarkan sesuatu yang buruk.

Al-Furqaan sejatinya memang bermakna pembeda, pembeda yang baik dan yang buruk, pembeda yang hak dan yang bathil. Namun sebagian ahli tafsir dalam beberapa tinjauan mereka menyebutkan kalau Al-Furqaan yang dimaksudkan di dalam ayat ke-4 itu bukanlah Al-Qur’an melainkan kemampuan yang diberikan ALLAH pada manusia, siapapun ia, untuk membedakan yang baik dan yang buruk serta yang hak dan yang bathil. Kemampuan ini tentu saja dapat dipunyai oleh setiap manusia yang selalu menjaga kebersihan hatinya dan memelihara dirinya dari perbuatan maksiyat, perbuatan keji dan perbuatan yang bisa menimbulkan murka ALLAH.

Al-Qur’an merupakan susunan dan kumpulan risalah yang dibawa dan disebarkan oleh Rasulullah (SAW) dan dengannya pula, sejatinya, manusia dapat mengenal dirinya, mempertebal keimanan di dadanya, memperkuat hubungannya dengan ALLAH (dengan merenungkan ayat-ayat yang mengandung inti ketauhidan) sehingga fungsi Al-Qur’an menjadi lengkap dan sempurna bagi kehidupan kita.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Tags: , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>