on October 31, 2011 by admin in Aqidah, Tauhid, Comments (0)

Yaumul Akhir

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah (SAW) suatu hari didatangi oleh seorang lelaki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, dan tidak tampak tanda-tanda orang yang sedang dalam safar (perjalanan jauh) pada dirinya. Orang tersebut berdialog dengan Rasulullah (SAW) di depan beberapa orang sahabat, “Wahai Muhammad, tolong beritahukan kepadaku apa itu ISLAM?” Rasulullah (SAW) menjawab, ” ISLAM adalah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak untuk diibadahi selain ALLAH, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah jika mampu.” Dia berkata, “Engkau benar.” Kemudian dia berkata lagi, “Tolong beritahukan kepadaku apa itu iman?” Rasulullah (SAW) menjawab, “Iman adalah engkau beriman kepada ALLAH, malaikatNYA, kitabNYA, rasulNYA, hari akhir, dan pada qadar (ketentuan) NYA.” Dia pun lalu berkata, “Engkau benar.” Dia bertanya lagi, “Tolong beritahukan kepadaku apa itu ihsan?” Rasulullah (SAW) menjawab, “Ihsan adalah engkau beribadah kepada ALLAH seolah engkau melihatNYA, dan jika engkau tidak bisa melihatNYA, engkau yakin bahwa ALLAH pasti melihat engkau.” Selanjutnya dia berkata, “Tolong beritahukan kepadaku tanda-tanda hampir tibanya hari kiamat.” Rasulullah (SAW) menjawab, “Tanda-tandanya adalah ketika budak wanita telah melahirkan tuannya, ketika engkau telah menyaksikan orang-orang yang sangat fakir telah bermegah-megahan dalam membangun tempat tinggal.” Selanjutnya orang tersebut pergi berlalu meninggalkan Rasulullah (SAW) dan para sahabat. Tak lama Rasul pun bertanya kepada Umar, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa laki-laki yang bertanya tadi?” Aku menjawab, “ALLAH dan RasulNYA lebih mengetahui.” Rasulullah (SAW) pun menjawab, “Dia adalah jibril yang sengaja mendatangi kalian untuk mengajarkan agama kepada kalian.”

Hari akhir (yaumul kiamah/hari kiamat) adalah suatu kepastian. Sebagaimana yang telah dijanjikan ALLAH pada hari itu tidak ada lagi penundaan terhadap maut setiap makhluk yang hidup. Pada hari itu juga semua yang ada di atas dunia meliputi langit, bumi dan isinya akan binasa. Sesuai dengan namanya, hari akhir atau hari penghabisan.

“Dan ditiuplahsangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi. Kemudian ditiuplah sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri untuk menunggu putusannya masing-masing.”
“Dan terang benderanglah Padang Mahsyar, dan diberikanlah buku hisab masing-masing dan didatangkan para nabi dan para saksi dan diberikan keputusan di antara mereka dengan adil, dan tak satupun di antara mereka yang akan dirugikan.”
“Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (Balasan) apa yang telah dikerjakannya dan DIA lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
“Orang-orang kafir dibawa ke neraka jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab, “Benar, telah datang.” Tetapi telah pasti berlaku azab terhadap orang-orang yang kafir.

(Al-QUr’an surat Az-Zumar: 68-71)

Pada hari itu, Izrail, Malaikat yang bertugas untuk memberikan tanda berakhirnya segala kehidupan akan mengeluarkan bunyi yang sangat memekakkan telinga. Dalam beberapa hadits disebutkan kalau bunyi itu adalah suara teriakan Izrail sendiri yang akan mencabut nyawa setiap makhluk yang hidup dan sebagai penanda berakhirnya kehidupan di sunia. Teriakan Izrail yang kedua adalah penanda dibangkitkannya kembali ruh yang telah tercabut dari badan untuk kemudian dikumpulkan seluruhnya di Padang Mahsyar, suatu tempat berkumpul di Al-Arsy yang menjadi terminal sementara seluruh makhuk ciptaan ALLAH baik dari golongan jin dan manusia.

Di Padang Mahsyar ini setiap makhluk (manusia dan jin) datang dengan keadaan mereka yang sebenarnya. Baik atau buruk rupanya, telanjang atau dengan pakaian yang mewah berkilauan adalah tergantung dari amalan mereka di dunia. Seorang manusia yang banyak amalnya di dunia akan datang dengan keadaan sebaik-baik rupa, dengan pakaian yang dikenakannya sesuai dengan amal baiknya di dunia. Sebaliknya seorang manusia yang selama hidupnya di dunia selalu berbuat ingkar dan maksiyat akan datang dengan seburuk-buruk rupa, bertelanjang tanpa sehelaipun benang menutupi tubuhnya dengan berbagai penyakit dan kulit yang menghitam sesuai dengan perilakunya. Demikian juga golongan jin akan datang dengan keadaan putih bersih atau hitam legam sesuai dengan amal perbuatan mereka selama di dunia. Satu sama lain baik jin dan manusia akan saling memandang.

Mereka yang putih bersih dan memiliki pakaian ibarat sutra berkilau, akan bertasbih memuji RABB-NYA yang telah memenuhi janjiNYA pada mereka. Sementara mereka yang hitam, berborok serta bertelanjang tubuhnya akan dipenuhi rasa khawatir yang tidak ada tandingannya di dunia, malu yang tidak ada tandingannya di dunia, serta takut yang tidak ada tandingannya di dunia. Pada saat inilah berbagai penyesalan, doa dan air mata serta teriakan mohon ampun pada ALLAH akan tak henti-henti keluar dari mulut mereka. Sampai masa penghisaban mereka pun tiba, dimana masing-masing diri dengan keadaannya akan bercerita terhadap apa yang mereka lakukan di dunia. Tangannya akan bercerita apa yang ia lakukan, kakinya akan bercerita kemana saja ia membawa jasadnya selama di dunia, mulutnya akan menjadi saksi, dan setiap bagian tubuhnya pula akan bercerita.

Kemudian mereka yang putih bersih dan hitam berborok ini pun dikelompokkan. Untuk kemudian ahli surga akan dihantar menuju gerbang surga dengan ketujuh pintunya yang telah menunggu. “Salamun ‘alaikum ya ahlul jannah,” Sedemikian gerbang surga akan menyapa mereka dan dengan rahmat dari ALLAH kedelapan pintu surga yang dimaksud akan memanggil satu demi satu penghuninya sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia.
1. Mereka yang khusuk shalatnya, menunaikan ibadah shalat lail dan ikhlas di dalamnya akan dipanggil dari pintu shalat.
2. Mereka yang berpuasa Ramadhan akan dipanggil dari pintu puasa.
3. Mereka yang rajin berzakat akan dipanggil dari pintu zakat.
4. Mereka yang menyantuni anak yatim akan dipanggil dari pintu anak yatim.
5. Mereka yang syahid di jalan ALLAH akan dipanggil dari pintu syuhada (termasuk di dalamnya mereka yang menginggal ketika melahirkan dan anak-anak yang meninggaltak sampai usia baligh).
6. Mereka yang menjaga silaturrahim akan dipanggil dari pintu silaturrahim.
7. Mereka yang berilmu dan memanfaatkan ilmunya di jalan ALLAH (ulama) akan dipanggil dari pintu ulama.

Sementara mereka yang hitam berborok ini pun digiring ke gerbang neraka. Dengan tujuh lapis bagiannya yang semakin dalam semakin tidak terkira siksa dan sakitnya. Para penjaga gerbang neraka yang sangat marah dan murka, tanpa ampun akan menarik satu demi satu para ahli neraka ini sesuai dengan perbuatan mereka di dunia. Mereka yang tidak menutup auratnya akan ditarik dengan keras pada rambutnya dan dilemparkan ke dalam api neraka. Mereka yang suka berzina akan ditusuk kemaluannya dengan besi membara dan dicampakkan ke dalam api neraka. Mereka yang berlaku zhalim, menganiaya anak yatim dan orang miskin akan dilemparkan sekeras-kerasnya ke lapisan saqhar api neraka. Dan setiap ahli neraka ini hendak lari dari pedih dan sakitnya siksa api neraka, lidah-lidah api neraka itu akan menarik mereka kembali dan membakar mereka untuk kemudian dibaguskan kembali keadaan mereka dan dibakar kembali untuk merasakan siksa neraka sebagai balasan perbuatan maksiyat dan ingkar mereka di dunia.

Wallaahu ‘alam bish-shawab.

Tags: , , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>