on August 19, 2011 by admin in Aqidah, Tauhid, Comments (0)

Kafir, Syirik, Ingkar, Munafik, Murtad

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dalam pemahaman tauhid, terdapat beberapa istilah yang harus dimengerti maknanya yang terkait dengan perbuatan seorang makhluk terhadap RABB nya. Pengenalan akan istilah-istilah ini merupakan dasar untuk meletakkan landasan tauhid dalam diri seseorang dengan maksud dapat terhindar dari perbuatan yang dapat menjerumuskan pelakunya pada kategori yang dimaksud. Istilah-istilah tersebut adalah: kafir, ingkar, munafik, syirik, murtad.

1. Kafir
Kafir dalam pemahaman tauhid berarti menyangkal adanya kekuatan terbesar yang menciptakan, menguasai dan mengatur alam semesta, terlepas apakah Dzat itu dikenalnya sebagai ALLAH, Jesus, Budha, atau ‘ilah-ilah’ yang lain. Seseorang yang kafir tidak mengakui adanya Tuhan dan merasa sanggup untuk berjalan di atas bumi dengan mengandalkan kemampuannya sendiri serta tidak meyakini adanya hari berbangkit (yaumul akhir). Mereka yang telah dicap ‘kafir’ tiada tempat lain yang disediakan ALLAH untuknya selain neraka Jahannam. Pelaku kafir era modern ini contohnya adalah kaum atheis atau scientist yang mempercayai ilmu pengetahuan sebagai sumber kehidupan.

2. Syirik
Syirik dalam pemahaman tauhid berarti menyekutukan atau membuat tandingan-tandingan terhadap ALLAH. Tandingan-tandingan ini dikenal dengan istilah ‘ilah’ (sebagaimana yang telah dijelaskan pada tulisan terdahulu) dan dapat berupa seseorang atau sesuatu baik yang berwujud nyata maupun ghaib, baik benda hidup maupun mati. Misalnya meng-ilahkan orang salih atau pemuka adat, meng-ilahkan patung-patung atau candi, meng-ilahkan jin, meng-ilahkan kuburan keramat, meng-ilahkan pohon kayu keramat atau batu keramat, dan lain-lain yang dianggap dapat memberikan perlindungan, menyelamatkan, mengabulkan permohonan (doa), dan menjadi tumpuan harapan dalam hidup.

Ummat Nasrani, sebagai contoh, adalah kelompok yang syirik dan bukan kafir (lihat kembali defenisi istilah kafir di atas). Karena di dalam hati seorang Nasrani mempercayai adanya Tuhan Bapa sebagai pencipta dan penguasa alam, mempercayai roh kudus sebagai perantara wahyu dan mempercayai Tuhan Anak (Jesus) yang diyakini akan menyelamatkan mereka kelak di hari kiamat. Demikian pula pada ummat Budha, Hindu, atau kepercayaan animisme/dinamisme yang mempercayai dewa-dewa (yang sejatinya adalah jin) merupakan contoh lain kelompok yang syirik lagi sesat. Berbeda dengan mereka yang telah dicap ‘kafir’, pelaku syirik masih memiliki kesempatan untuk memperoleh ampunan dari ALLAH apabila mereka bertaubat dengan sebenar-benar taubat dan berikrar untuk tidak kembali kepada kesesatannya.

3. Ingkar
Ingkar dalam pemahaman tauhid adalah membantah dan tidak mau mematuhi perintah ALLAH. Seseorang yang dikatakan ingkar, memiliki keyakinan yang kuat akan adanya ALLAH, mengakui IA sebagai satu-satunya RABB dan Pencipta alam semesta, namun karena kesombongannya tidak mau mematuhi perintah ALLAH yang diberikan kepadanya. Contoh perbuatan ingkar yang paling nyata adalah iblis yang membantah dan tidak mau mematuhi perintah ALLAH untuk sujud (menghormati) Adam ketika awal mula Adam diciptakan ke dunia, sebagaimana yang dikisahkan dalam AlQur’an surat AlBaqarah ayat 34:
“Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka semua kecuali Iblis,”

Pada ayat di atas, beberapa ahli tafsir menjelaskan tentang keberadaan malaikat sebagai makhluk ALLAH yang jauh lebih dulu diciptakan dari manusia. Malaikat-malaikat ini diciptakan ALLAH sebagai makhluk yang ta’at namun cenderung suka bertanya atas setiap keputusan yang diambil ALLAH atas penciptaan dan kekuasaan NYA. Maka ketika ALLAH hendak menciptakan Adam sebagai makhluk yang nantinya akan menempati dunia, akan berkembang biak dan berkelompok, akan menjadi pemimpin dan pemelihara alam yang mereka tempati, sekelompok malaikat yang melihat ciptaan ALLAH ini adalah makhluk yang lemah (karena wujud mereka sebagai makhluk) mempertanyakan keputusan ALLAH tadi. ALLAH yang MAHA Berkehendak dan MAHA Mengetahui menanggapi pertanyaan para malaikat-NYA dengan memberikan bukti yang nyata, yaitu dengan menyuruh Adam menyebutkan nama beberapa benda yang ada di sekitarnya. Ketika Adam dengan akalnya mampu menyebutkan nama-nama benda tersebut, kelompok malaikat tadipun segera bertasbih memuji ALLAH yang MAHA Sempurna dengan segala penciptaan-NYA. Sehingga ketika mereka diperintahkan ALLAH untuk ‘sujud'(menghormati) Adam, merekapun sujud, terkecuali satu yang bernama Iblis. Iblis dengan kesombongannya, ingkar, tidak mau mematuhi perintah ALLAH karena Iblis merasa tidak ada kewajiban atas dirinya untuk sujud terhadap makhluk ALLAH yang lebih lemah dari dirinya. Iblis yang ingkar tidak menyadari kesalahannya, tidak segera bertaubat dan mohon ampunan pada ALLAH, sampai akhirnya ALLAH membuat keputusan atas Iblis untuk turun menempati dunia bersama Adam dan keturunannya. Iblis yang marah dan dengan kesombongannya pula berani mengajukan penawaran pada ALLAH, bahwa ia dan keturunanya menerima kehendak ALLAH terhadap mereka untuk hidup di dunia bersama Adam dan keturunannya namun Iblis dan keturunannya juga diperbolehkan dengan segala macam cara untuk membuktikan bahwa Adam dan keturunannya adalah makhluk yang lemah yang tidak layak ia hormati. Kisah perjanjian Iblis dan ALLAH seputar penciptaan Adam ini termuat jelas dalam AlQur’an surat Al-Baqarah: 30-34

Pelaku ingkar sebagaimana pelaku syirik yang disebut musyrik harus segera menyadari kesalahannya, memohon ampun pada ALLAH, dan berjanji untuk tidak terjerumus pada kesalahannya lagi.

4. Munafik
Munafik adalah musuh terbesar dalam Islam. Mereka yang termasuk dalam golongan orang munafik mengakui adanya ALLAH sebagai satu-satunya RABB dan Pencipta alam semesta, menerima Islam sebagai satu-satunya agama yang benar dan diridhai ALLAH, namun dalam pelaksanaan syariatnya mereka memilih-milih mana yang mereka inginkan dan mana yang tidak sesuai dengan kepentingan mereka di dunia. Orang yang termasuk dalam golongan ini juga cenderung untuk menyatakan keimanannya dengan lisannya namun berdusta dalam hati dan amalannya.

Dalam riwayat perjuangan Rasulullah di masa-masa awal penyebaran Islam, ketika beliau (SAW) dimusuhi secara terang-terangan, dizhalimi dan diancam keselamatan hidupnya, perintah untuk qital (berjihad dengan berperang) untuk mempertahankan Islam dan membela Rasulullah (SAW) adalah kewajiban setiap laki-laki muslim yang diperintahkan ALLAH sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Dan perangilah di jalan ALLAH orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang yang melampau batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Setelah turun ayat tersebut tidak satu dua orang sahabat yang menyatakan siap berperang melawan kaum kafir dan musyrik Makkah. Hampir semua sahabat yang sehat fisiknya bersedia mengasah pedang untuk menegakkan agama ALLAH. Namun pada kenyataannya ketika seruan untuk berperang itu datang, tidak satu dua orang sahabat pula yang lari, bersembunyi atau pura-pura sakit karena takut dan merasa tidak mempunyai kepentingan dalam perang Rasulullah. Demikianlah keimanan orang-orang munafik yang terbatas di lisan saja tapi tidak pada hati dan amalannya. Padahal belum sempurna iman seseorang kecuali ia masuk ke dalam Islam secara keseluruhan dengan lisan, hati dan amal perbuatannya sesuai dengan syariat Islam.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

5. Murtad
Seseorang dikatakan murtad apabila ia secara nyata dan terang-terangan keluar dari agama Islam dengan mengingkari syahadah dan tidak lagi menjalankan syariat Islam sebagaimana yang telah diperintahkan ALLAH atas dirinya. Seseorang yang murtad yang kemudian memilih agama lain sebagai aqidahnya berlaku untuknya hukum syirik dan tidak akan diterima taubatnya di sisi ALLAH apabila setelah murtadnya ia kembali memeluk Islam.

Walaahu ‘alam bish shawab

Tags: , , , , , , ,

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>