on February 3, 2015 by admin in Syariat, Tarbiyah, Comments (0)

Syukur Nikmat

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Segala yang ada di alam semesta diciptakan ALLAH untuk kesejahteraan makhluknya termasuk manusia. Tidak satupun makluk yang ALLAH ciptakan kecuali telah ditentukan baginya rejekinya. Firman ALLAH Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an :

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di muka bumi melainkan ALLAH lah yang memberi rejekinya. Dan DIA mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).” (QS. 11 : 6)

Rejeki yang ALLAH turunkan bagi setiap makhluk ciptaan-NYA merupakan nikmat yang tidak terukur nilainya. Rejeki bagi makhluk yang hidup di atas muka bumi ALLAH hamparkan sepanjang permukaan bumi demikian pula rejeki bagi makhlukyang hidup di dasar laut ALLAH sebarkan bagi mereka rejekinya dalam kandungan laut. Rejeki bagi manusia sebagai makhluk ALLAH yang paling sempurna penciptaannya mencakup segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya dalam menjalani kehidupan. Makanan, sumber air, pakaian, rumah tempat berteduh, perhiasan, kesehatan, pasangan hidup merupakan rejeki yang ALLAH telah tentukan (takdirkan) bagi manusia sejak ia masih dalam kandungan ibundanya. Firman ALLAH Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an :

“ALLAH lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rejeki, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali.” (QS. 30 : 40)

“Dari setetes mani, ALLAH menciptakannya lalu menentukannya, kemudian DIA memudahkan jalannya.” (QS. 80 : 18-19)

“Yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan-NYA. Dan yang menentukan kadar masing-masing dan memberi petunjuk.” (QS. 87: 2-3)

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rejeki dari yang baik-baik dan Kami melebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. 17 : 70)

“ALLAH lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian DIA mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rejeki untukmu, dan DIA telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-NYA, dan DIA telah menundukkan pula bagimu sungai-sungai.” (QS. 14 : 32)

“Dan DIA lah, ALLAH yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-NYA dan supaya kamu bersyukur.” (QS. 16 : 14)

Rejeki yang ALLAH turunkan bagi ummat manusia merupakan nikmat yang tidak terukur. Baik makanan, sumber air, pakaian, rumah tempat berteduh, perhiasan, kesehatan, dan pasangan hidup merupakan ciptaan ALLAH yang menjamin kelangsungan hidup manusia sebagai hamba-NYA. Karena tidak satupun makhluk di seluruh alam yang dapat menciptakan makanannya sendiri kecuali ia mengambil dan mengolah dari ciptaan ALLAH Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai seorang hamba sudah semestinya manusia bersyukur atas segala rejeki yang ALLAH limpahkan. Karena ALLAH adalah TUHAN yang memiliki kebesaran dan kehendak yang apabila IA berkehendak mencabut rejeki tersebut maka tidak ada satupun dzat atau makhluk yang bisa mencegah-NYA. ALLAH menegaskan dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya TUHAN-mu melapangkan rejeki kepada siapa yang DIA kehendaki dan menyempitkannya, sesungguhnya DIA Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-NYA.” (QS. 17 :30)

“ALLAH melapangkan rejeki bagi siapa yang dikehendaki-NYA di antara hamba-hamba-NYA dan DIA (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 29:62)

ALLAH melapangkan dan menyempitkan rejeki bagi siapa yang dikehandaki-NYA bukanlah tanpa sebab musabab. Seorang hamba yang selalu bersyukur akan rejeki yang diberikan ALLAH kepadanya adalah mereka yang akan ditambahkan lagi rejekinya (dilapangkan). Sebaliknya seorang hamba yang tidak pernah bersyukur dan lupa akan asal rejeki yang ia dapatkan adalah mereka yang akan selalu merasa kekurangan dalam hidupnya karena ALLAH pula akan menyempitkan baginya rejekinya.

“Dan (ingatlah juga) tatkala TUHAN-mu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU), maka sesungguhnya adzab-KU sangat pedih.” (QS. 14 :7)

Seorang hamba yang bersyukur atas segala rejeki dan nikmat ALLAH berikan dapat dilihat dari akhlak dan perbuatannya.

 

1. Tidak pelit dan senantiasa menyisihkan sebagian hartanya di jalan ALLAH

Seorang hamba yang bersukur dan memahami bahwa segala rejeki yang dimilikinya adalah berasal dari ALLAH Subhanahu wa Ta’ala tidak akan pelit terhadap hartanya. Ia akan merasa bahwa harta yang ada padanya bukanlah miliknya semata hingga ia senantiasa akan mengeluarkan sebagian daripadanya untuk infak, sedekah, menyantuni anak yatim dan membantu fakir miskin. Di lain sisi, harta yang telah ia sisihkan dan keluarkan itu pada hakikatnya tidak pernah berkurang bahkan ALLAH akan menambahkan berlipat-lipat jumlahnya sebagaimana janji-NYA dalam Al-Qur’an :

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan ALLAH), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan ALLAH menyempitkan dan melapangkan rejeki dan kepada-NYA lah kamu dikembalikan.” (QS. 2 : 245)

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan ALLAH adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. ALLAH melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang DIA kehendaki. Dan ALLAH Maha Luas (karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2 : 261)

 

2. Menjaga shalat dan ibadah lainnya

Seorang hamba yang bersyukur pada TUHAN-nya akan senantiasa menjaga hubungannya dengan TUHAN-nya. Hubungan manusia sebagai seorang hamba dengan ALLAH sebagai RABB (TUHAN) diwujudkan dalam shalat dan dzikir mengingat kebesaran, kekuasaan dan kemurahan-NYA. Dalam shalat dan dzikir pula terkandung doa-doa yang baik misalnya doa dilapangkan rejeki, doa dimudahkan urusan dalam perniagaan, doa dilindungi dari kecurangan dan kedzaliman sehingga akan menambah (melapangkan) rejeki hamba ALLAH tersebut.

 

3. Baik hubungan silaturrahmi dengan keluarga dan lingkungannya

Seorang hamba yang bersyukur atas segala rejeki dan nikmat yang ALLAH berikan yang senantiasa menyisihkan dan mengeluarkan sebagian hartanya untuk infak, sedekah, menyantuni anak yatim dan membantu fakir miskin akan terbuka luas baginya jalinan silaturrahmi di dalam keluarga dan lingkungannya karena hamba ALLAH tersebut dengan sifatnya yang tidak pelit juga selalu akan menyantuni keluarga dan lingkungannya apabila mereka membutuhkan bantuannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa, “Tolong menolonglah kamu di antaramu agar terjalin ikatan hati,” Dengan ikatan hati yang kuat, tolong menolong di jalan ALLAH maka akan tercipta hubungan silaturrahmi yang baik dan diridhai pula oleh ALLAh Subhanahu wa Ta’ala.

Wallaahu ‘alam bish shawab.

 

 

Ilham sebagai jalan mengenal ALLAH

on July 19, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim Manusia adalah makhluk ALLAH yang diciptakan-NYA dengan kelebihan dan kekurangan. Kelebihan manusia di antara makhluk ALLAH yang lain adalah ia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk yang diperlengkapi dengan akal dan […]

Read more...

Medan Jihad Kaum Muslimin

on July 18, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments Off

Bismillaahirrahmaanirrahiim Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan maghfirah dari ALLAH Subhanahu wa Ta’ala bagi seluruh kaum muslimin. Di dalamnya tersedia beribu manfaat dan kemuliaan bagi orang-orang beriman yang menjalankan […]

Read more...

Menggapai Taufik dari ALLAH

on July 9, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-20 ini sedemikian pesat hingga menimbulkan kekaguman bagi tiap orang yang memperoleh manfaat darinya. Jika dahulu orang dapat bertukar kabar dengan perantaraan […]

Read more...

Dendam Sepanjang Hayat

on June 29, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim Salah satu prinsip aqidah yang harus dipahami dalam ilmu tauhid adalah ALLAH sebagai satu-satunya ILLAH (TUHAN) merupakan TUHAN yang Maha Berkehendak. Ketika ALLAH berkehendak terhadap sesuatu sebagaimana digambarkan dalam […]

Read more...

Keutamaan bulan Ramadhan

on June 28, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim Ramadhan adalah bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Di dalamnya terkandung keutamaan keutamaan yang tidak ditemui pada bulan-bulan yang lain. Di antara keutamaan-keutamaan yang besar dari bulan Ramadhan […]

Read more...

Tipu Daya Iblis Menyambut Bulan Ramadhan

on June 26, 2014 by admin in Tarbiyah, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan yang sangat dinanti-nantikan oleh setiap orang beriman. Ianya merupakan madrasah Illahiyah yang akan menempa seorang muslim menjadi lebih baik amalnya, ibadahnya, dan akhlaknya. Pada […]

Read more...

Penjelasan QS. At-Takwir ayat 15 – 29

on January 26, 2014 by admin in Tafsir, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim Permulaan surat At-Takwir menjelaskan tentang beberapa kejadian di hari kiamat, sebagaimana kebanyakan surat-surat (ayat) Makkiyah yang lain yang kebanayakan memuat tentang ketauhidan ALLAH dan pembalasan untuk perbuatan baik dan […]

Read more...

Pelajaran dari Surat Al-Baqarah ayat 155 – 157

on January 6, 2014 by admin in Hikmah, Tafsir, Tilawah, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah […]

Read more...

Keunikan bahasa Al-Qur’an dalam surat At-Tiin

on January 2, 2014 by admin in Risalah, Tafsir, Tilawah, Comments (0)

Bismillaahirrahmaanirrahiim 1. Demi Tiin dan Zaitun 2. Demi bukit Sinai 3. Demi kota yang aman ini Tiga ayat yang menjadi pembuka surat At-Tiin menunjukkan salah satu keunikan lain dari bahasa […]

Read more...